Jangan Lupa Puasa Arafah Pada Kamis Besok, Ini Pahala yang Bakal Diperoleh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jangan Lupa Puasa Arafah Pada Kamis Besok, Ini Pahala yang Bakal Diperoleh

Jangan Lupa Puasa Arafah Pada Kamis Besok, Ini Pahala yang Bakal Diperoleh
Foto Jangan Lupa Puasa Arafah Pada Kamis Besok, Ini Pahala yang Bakal Diperoleh

SERAMBINEWS.COM – Besok, Kamis (31/8/2017) umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

Puasa ini disunahkan bagi umat muslim yang tak melaksanakan ibadah haji.

Puasa ini sangat besar pahalanya, karena Allah akan mengapus dosa seorang muslim setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijah sebelum pelaksanaan Idul Adha.

Di dalam hadits, tidak dijumpai bagaimana lafal niat puasa Arafah.

Rasulullah dan para sahabat biasa mengerjakan amal dengan niat tanpa dilafalkan.

Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati.

Net/Haji Plus

Net/Haji Plus 

Melafalkan niat bukanlah syarat, namun ia disunnahkan oleh jumhur ulama selain mazhab Maliki dengan maksud membantu hati dalam menghadirkan niat.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam mazhab Syafi’i, lafal niat puasa Arafah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ‘arofata lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala

Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Kapan waktu niat puasa Arafah ini?

Sebaiknya, niatnya di waktu malam sebelum terbit fajar.

Namun karena ini adalah puasa sunnah, maka jika terlupa, boleh niatnya di pagi hari asalkan belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang membatalkan puasa.

Sebagaimana Rasulullah pernah puasa sunnah dengan niat di waktu pagi seperti pada hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ. فَقُلْنَا لاَ. قَالَ فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ. ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا . فَأَكَلَ

Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau bertanya, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?”

Kami pun menjawab, “Tidak ada.”

Beliau pun bersabda, “Kalau begitu saya puasa.”

Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).”

Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.”

Lalu beliau menyantap makanan tersebut. (HR. Muslim). (http://bersamadakwah.net) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id