Ibu-ibu yang Bawa ke IGD RSIA Banyak Terserang Darah Tinggi, Begini Penjelasan Dokter | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ibu-ibu yang Bawa ke IGD RSIA Banyak Terserang Darah Tinggi, Begini Penjelasan Dokter

Ibu-ibu yang Bawa ke IGD RSIA Banyak Terserang Darah Tinggi, Begini Penjelasan Dokter
Foto Ibu-ibu yang Bawa ke IGD RSIA Banyak Terserang Darah Tinggi, Begini Penjelasan Dokter

URI.co.id, BANDA ACEH – Dari puluhan pasien ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh, sebagian besar  ibu-ibu.

Penyakit yang menyerang mereka, ternyata mengalami tekanan darah tinggi di atas  200/150 mmHg sehingga pasien berkunjung ke RSIA, Rabu (30/8) dinihari.

Petugas Piket IGD RSIA, dr Fathaddin, Rabu (30/8) pagi menjelaskan, para ibu-ibu ini seluruhnya terserang hipertensi atau darah tinggi dan penyakit lainnya.

Baca: Pasien BPJS Telantar, Dokter Puskesmas Lawe tak Ada

Dia mencontohkan, ada seorang ibu yang mengalami penyakit asam lambung, ternyata juga terkena hipertensi mencapai 220 mmHg, sehingga harus dirawat sepanjang malam.

dr Fathaddin menduga, para ibu-ibu ini mengalami tekanan hidup atau persoalan lainnya, sehingga tekanan darah terus naik.

Hal lainnya, sebutnya, kebiasaan makanan harus berasa garam juga bisa menjadi penyebab darah naik, apalagi dalam kondisi lelah seusai membereskan rumah.

Sedangkan pasien lainnya, anak-anak yang menderita demam tinggi, muntaber, batuk, sesak nafas dan tidak mau makan, sehingga sebagian harus menjalani rawat inap di rumah.

Baca: Remaja Ini Melahirkan di Jalan, Setelah Ditolak Rumah Sakit, Diusir Orangtua dan Ditinggal Pacar

Sementara itu, para pasien yang masuk ke IGD pada Rabu (30/8) dinihari dilayani oleh petugas dan diperiksa, salah satunya golongan darah.

Seluruh pasien diinfus, karena sudah tak bertenaga, termasuk anak-anak dan bayi, selain ibu-ibu, dengan beragam penyakit.

Seorang ibu muda yang anaknya demam tinggi menyatakan petugas langsung melayani anaknya saat tiba ruang IGD.

“Anak saya demam tinggi dan saat makan malam muntah, maka saya langsung bawa ke RS ini,”  katanya.

Baca: Penanganan Pasien Saraf Semakin Mudah di RSUZA

Dikatakan, anaknya sudah bisa dibawa pulang. Karena sudah sembuh dan pukul 03.00 WIB, dia dan anaknya pulang ke rumahnya di Neusu, Banda Aceh.

RS ini memang khusus untuk ibu-ibu dan anak-anak, sedangkan pria tidak dilayani, kecuali tim medis yang seluruhnya berusia muda.

Nah, bagi ibu-ibu dan juga anak-anak yang jatuh sakit di luar jam kerja, maka dapat memanfaatkan RS ini, walau tengah malam sekalipun, tapi jangan lupa bawa kartu BPJS, KK dan KTP. (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id