Aceh Timur, Bireuen, dan Abdya Dapat Penghargaan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Timur, Bireuen, dan Abdya Dapat Penghargaan

Foto Aceh Timur, Bireuen, dan Abdya Dapat Penghargaan

* Peningkatan Produksi Pertanian

BANDA ACEH – Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Barat Daya (Abdya) meraih penghargaan terhadap peningkatan produksi di bidang pertanian pada 2015 yang diserahkan dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) upaya khusus (Upsus) di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Rabu (23/3) malam. Ketiga kabupaten itu masing-masing mendapatkan hadiah berupa satu mobil double kabin.

Gubernur Aceh dalam sambutannya disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Iskandar A Gani, menyebutkan tiga komoditi menjadi fokus perhatian pihaknya, yaitu padi, jagung dan kedelai.

Pada tahun ini, sebutnya pemerintah Aceh menargetkan peningkatan produksi tiga komoditi tersebut yaitu, padi sebesar 2,5 juta ton dengan sasaran luas tanam 512.756 hektar, jagung sebesar 250 ribu ton dengan areal luas tanam 60 ribu hektar, dan kedelai sebesar 70 ribu ton dengan sasaran luas tanam sebesar 47.526 hektar.

“Untuk mewujudkan target tersebut, strategi yang ditempuh adalah dengan cara peningkatan sistem pertanian, penyediaan benih berkualitas melalui pengembangan desa mandiri benih, peningkatan pengelolaan dan penyediaan alat mesin pertanian,” sebutnya.

Ia menambahkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi padi Aceh 2015 mencapai 2,3 juta ton atau naik 27 persen dari produksi tahun 2014. Sedangkan jagung mencapai 205.125 ton meningkat sebesar 1,4 persen, sementara produksi kedelai sebesar 47.910 turun sebesar 24 persen.

“Kemampuan kita meningkatkan produksi padi hingga 27 persen tahun lalu adalah yang tertinggi di Indonesia. Untuk itu kepada kabupaten yang sudah mampu mewujudkan peningkatan produksi yang signifikan, kami memberikan penghargaan secara khusus. Termasuk juga kepada petugas penyuluh dan babinsa yang sudah menunjukkan kinerjanya sebagai pendamping para petani di lapangan,” kata Iskandar.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh, Prof Abubakar Karim MS kepada wartawan usai pembukaan rakor tersebut mengatakan pada musim rendeng ini, Oktober-Maret masih ada sisa 38 ribu hektare yang tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan Aceh Timur dan Aceh Utara pada bulan lalu terkena dampak banjir, sehingga ada petani yang sedang menyemai, dan baru tanam gagal.

“Setidaknya Aceh Timur ada sekitar 7.000 hektar harus ditanam ulang, dan Aceh Utara sekitar 12.000 hektar. Karena tanam ulang maka tergeser satu bulan, dan bergeser ke April itu yang menyebabkan tidak tercapai target pada Oktober-Maret. Mudah-mudahan kondisi itu bisa tertutupi pada musim tanam April-September,” demikian sebutnya.

Pembukaan rakor yang diadakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh ini juga dihadiri Sesditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Laurent Silaloho dan perwakilan kabupaten/kota di Aceh. (una) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id