Polisi Tetapkan Pimpinan Azizi Jadi Tersangka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tetapkan Pimpinan Azizi Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Pimpinan Azizi Jadi Tersangka
Foto Polisi Tetapkan Pimpinan Azizi Jadi Tersangka

* Calon Jamaah Umrah Gelar Aksi ke Polres

MEULABOH – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat pada hari Senin (28/8) menetapkan Hj Cut Mega Putri, pimpinan Azizi Tour dan Travel Hajj serta Umrah Servis Perwakilan Meulaboh sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan terhadap 164 calon jamaah umrah di wilayah itu.

“Sejak Senin Cut Mega Putri sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Penyidik sudah menggelar perkara kasus itu di Polda dan sudah berkoordinasi dengan jaksa,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK, kepada wartawan di Meulaboh, Selasa (29/8).

Kapolres juga menyampaikan hal senada kepada puluhan calon jamaah umrah yang merupakan korban penipuan Azizi Tour saat mereka berdemonstrasi ke Mapolres Aceh Barat kemarin.

Menurut Kapolres, kasus dugaan penipuan itu sudah mulai diusutnya sejak dilaporkan korban. Polres juga sudah memeriksa pimpinan Azizi serta mengerahkan personel ke Medan, Sumatera Utara, untuk melacak keberadaan kantor induk Azizi di Medan.

Menurutnya, dalam kasus ini sudah terpenuhi dua alat bukti, sehingga status terlapor ditetapkan sebagai tersangka.

Sejauh ini yang sudah berstatus tersangka adalah Pimpinan Azizi Tour Meulaboh. Tersangka dibidik dengan Pasal 378 ayat (1) juncto Pasal 55 ke-1e KUHPidana atau Pasal 64 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Kata Kapolres, dengan telah ditetapkannya tersangka, maka segera dilakukan proses hukum lanjutan. Pihaknya akan memanggil tersangka untuk diperiksa dan dilengkapi berkas perkaranya, kemudian diteruskan ke jaksa hingga ke pengadilan. Polisi juga akan menyita rekening tersangka untuk dijadikan barang bukti. “Kita jadwalkan pada hari Rabu, 30 Agustus ini, Hajjah Cut Mega Putri diperiksa sebagai tersangka,” katanya.

Kapolres Aceh Barat menambahkan, dalam mengusut kasus ini pihaknya berkoordinasi dengan Polda Aceh. Terutama karena yang menjadi korban dari Azizi Tour yang kantor pusatnya di Medan itu ada orang Aceh, termasuk warga Aceh Barat.

“Polisi juga akan mengeluarkan daftar pencarian orang terhadap Hajjah Nasla Lubi selaku Direktur PT Azizi Kencana Wisata Tour dan Travel yang bermukim di Medan,” ujarnya.

Menurut Kapolres, pengusutan kasus yang tersangkanya Azizi Tour Perwakilan Meulaboh itu tetap dilakukan di Mapolres Aceh Barat. Sedangkan yang di Medan akan ditangani bersama dengan Polda Aceh, termasuk akan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara.

Sementara itu, puluhan calon jamaah umrah dari Aceh Barat dan kabupaten sekitarnya Selasa (29/8) sekira pukul 10.00 WIB melancarkan aksi ke Mapolres Aceh Barat. Aksi dimulai dari Masjid Agung Meulaboh dengan berjalan kaki hingga ke mapolres. Para pengunjuk rasa diterima Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, didampingi Kasat Reskrim AKP Fitriadi serta perwira polisi lainnya.

Dalam aksi ke polres itu para pengunjuk rasa membawa sejumlah tulisan yang menuntut agar Pimpinan Azizi Tour di Meulaboh serta Azizi di Medan diproses secara hukum. Saat beraksi,

calon jamaah umrah itu didampingi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat dan Aceh Jaya selaku kuasa hukum para korban.

Tgk Saifuddin, perwakilan calon jamaah umrah menyatakan bahwa mereka sudah melaporkan kasus dugaan penipuan itu enam bulan lalu dan berharap adanya proses hukum terhadap pelaku yang telah menipu calon jamaah.

Warga yang menjadi korban merupakan orang-orang yang sudah tua dan kasus ini sudah dua tahun lalu terjadi, namun tetap tidak jelas jadwal pemberangkatan maupun pengembalian uang calon jamaah jika memang tak jadi berangkat. “Kita berharap uang calon jamaah yang telah disetor ke Azizi dikembalikan utuh, rata-rata Rp 16 juta/orang,” ujar Saifuddin.

Calon jemaah juga mengaku telah menyerahkan paspor kepada Azizi, tapi hingga kini belum dikembalikan. “Kami minta paspor kami dikembalikan,” Saifuddin berharap.

Di antara puluhan calon jamaah umrah dari Aceh Barat yang kemarin melancarkan aksi damai ke Mapolres Aceh Barat, terlihat seorang wanita yang sudah berusia lanjut, bernama Anita (70).

Penduduk Babah Meulaboh, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, ini merupakan satu dari 164 warga yang diduga menjadi korban penipuan paket umrah Azizi Tour.

“Saya kerja menjaga ternak orang. Hari-hari menabung sehingga cukup uang untuk umrah ke Tanah Suci. Doakan saya semoga panjang umur sehingga bisa umrah,” ujar Anita yang hari-hari bekerja sebagai petani.

Ia hanya berharap uang yang telah disetorkan ke Azizi sebesar Rp 16 juta bisa dikembalikan utuh, apalagi dalam mengumpulkan uang tidak semudah dibayangkan orang, mengingat dia warga miskin. “Semoga uang kami segera dikembalikan. Yang menipu kami itu supaya dihukum setimpal di dunia dan akhrirat kelak,” ujar Anita berwajah sendu.

Sementara itu, Pimpinan Azizi Tour dan Travel Hajj dan Umrah Servis Perwakilan Meulaboh, Hj Cut Mega Putri yang dikonfirmasi Serambi kemarin melalui HP-nya terkait penetapan dirinya sebagai tersangka tidak menanggapi dan tak mengangkat HP-nya. SMS dari Serambi yang menawarkan hak jawab kepadanya juga tak dibalasnya. (riz) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id