Irwandi Larang Kirim CPO ke Luar Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Irwandi Larang Kirim CPO ke Luar Aceh

Irwandi Larang Kirim CPO ke Luar Aceh
Foto Irwandi Larang Kirim CPO ke Luar Aceh

SUKA MAKMUE – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang larangan mengirim minyak sawit mentah atau clude oalm oil (CPO) oleh seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Aceh.

“Bukan lagi CPO tapi kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini (Aceh),” ujar Irwandi dalam pidatonya saat meresmikan Kota Suka Makmue sebagai pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya, Selasa (29/8). Nagan Raya merupakan salah satu daerah penghasil CPO terbesar di Aceh. Sebanyak 150 ton CPO dikeluarkan dari daerah ini setiap hari.

Gubernur sendiri menginginkan di Aceh bukan hanya dibangun pabrik CPO melainkan pabrik refinery (pengolahan kelapa sawit). “Yang saya inginkan bukan CPO, tapi hasil akhir dari CPO ini. Kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini. Nilai tambahnya di Nagan (Aceh), bukan di negara lain,” ujar Irwandi.

Jika sebelumnya Irwandi menegaskan akan membangun pabrik refinery di Abdya, maka Irwandi meminta Bupati Abdya, Akmal Ibrahim menunjukan hasil CPO di daerah tersebut lebih banyak dari Nagan Raya. Jika tidak, Irwandi akan mengalihkan pembangunan pabrik refinery ke Nagan Raya.

“Di sana (Abdya) mungkin kita bangun tapi lebih kecil,” ujar Irwandi. Rencana pembangunan pabrik refinery akan dimulai tahun depan dan ditargetkan mulai ekspor pada 2021.

Pernyataan Irwandi tersebut merujuk pada sambutan Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini. Menurut Zulkarnain, produksi CPO di Nagan Raya lebih besar dari Abdya. Karena itu, ia meminta agar Pemerintah Aceh juga membangun pabrik serupa yang dijanjikannya di Abdya.

Terkait peresmian Suka Makmue sebagai ibu kota Kabupaten Nagan Raya, Irwandi berharap ikut dibarengi dengan semangat memelihara dan menjaga sehingga menjadi daerah yang baik. “Kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama,” kata Irwandi.

Nagan Raya semenjak terbentuk pada 2002 terus berada di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnaini. Ia disebut Irwandi sebagai penggagas, perancang, dan pelaku pembangunan di Nagan Raya.

“Jasa Pon Bang (sapaan Bupati Zulkarnaini) tidak bisa kita lupakan,” ujar Irwandi sambil berpesan kepada bupati baru sebagai penerus Zulkarnaini untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan Zulkarnaini.

Irwandi berjanji akan membantu sepenuhnya pembangunan Nagan Raya sehingga visi terwujudnya ‘Aceh Hebat’ bisa terlaksana termasuk di Nagan Raya.

Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini menjelaskan, nama Suka Makmue diambil dari nama satu kemukiman di Nagan Raya karena berada di tengah-tengah dan letaknya sangat strategis sehingga mudah dijangkau masyarakat dari 10 kecamatan.

“Sengaja kita pilih di Suka Makmue karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau. Kawasan lain sebenarnya ada, cuma kita menghindari terjadi penciutan lahan sawah dimanfaatkan menjadi kawasan perkantoran,” ungkapnya.

Pembebasan lahan dimulai sejak 2002 yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sarana infrastruktur hingga hari ini sudah menghabiskan Rp 312 miliar anggaran yang berasal dari APBK, APBA, dan otsus. “Sebanyak 70 persen pembangunan sudah selesai. Harapan kita bupati ke depan melanjutkan pembangunan Suka Makmue,” tandas Zulkarnain.

Gubernur Irwandi juga mengatakan, Pemerintah Aceh sangat setuju dengan program perpanjangan landasan pacu (run way) Bandar Udara Cut Nyak Dhien (CND) Nagan Raya dari yang sekarang 1.850 meter menjadi 2.500 meter. Menyangkut dengan belum tuntasnya pembebasan lahan, Irwandi menyatakan hal ini menjadi tanggung jawab Pemkab Nagan Raya.(edi) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id