Gunung Meriah Dilanda Banjir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gunung Meriah Dilanda Banjir

  • Reporter:
  • Kamis, Maret 24, 2016
Foto Gunung Meriah Dilanda Banjir

* Ratusan Sawah Terendam

SINGKIL-Banjir yang merendam pemukiman penduduk dan jalan di Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, Rabu (23/3), dilaporkan mulai surut. Namun, air bah itu, rupanya tumpah ke pemukiman penduduk Handel, Gunung Meriah, yang berada di hilir sungai Lae Cinendang.

Genangan air di jalan penghubung Gunung Meriah dengan Kecamatan Suro dan Singkohor, di kawasan itu, sempat menyebabkan kendaraan tidak melintas. Menjelang siang setelah rendaman air di badan jalan berkurang, satu per satu mobil berukuran besar bisa lewat. “Sejak tadi malam air mulai naik di Handel, pagi puncaknya. Menjelang siang sudah berangsur surut,” kata Putra, warga Gunung Meriah.

Sementara itu, di Simpang Kanan, banjir di pemukiman dan jalan sudah surut, akan tetapi ratusan hektar sawah dalam berbagai usia masih terendam banjir. Sawah masih terendam lantaran letaknya tepat berada di bantaran sungai Lae Cinendang, yang meluap setelah hujan terus mengguyur kabupaten itu. Sebagian areal pesawahan seperti di Desa Ujung Limus, bahkan telah berubah menjadi lautan air, tidak terlihat lagi ada tanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Singkil Syahbuddin, saat dihubungi melalui telpon selulernya mengatakan, setidaknya 200 hektar areal pesawahan dalam berbagai usia terendam selama dua hari banjir. Beberapa di antaranya sedang berbunga. “Untuk yang berbunga itulah dipastikan mengalami gagal panen,” kata Syahbuddin, yang mengaku sedang berada di Banda Aceh.

Menurut Syahbuddin, dirinya sudah memerintahkan stafnya turun ke lapangan melakukan pendataan secara pasti luas areal sawah yang terendam banjir. Sayangnya, lantaran masih terendam banjir belum bisa dipastikan jumlah yang masih bisa diselamatkan maupun yang diprediksi gagal tanam.

“Kami baru bisa menyampaikan perkiraan angka kasar bahwa areal terendam mencapai 200 hektar. Sedangkan yang gagal tanam belum bisa dihitung secara pasti, karena menunggu surut banjir,” ujarnya.

Produksi padi sawah di Simpang Kanan, cukup menjanjikan. Sayangnya petani di sana selalu dihadapkan dengan persoalan musibah banjir. Dalam setahun banjir bisa datang sampai tiga kali. Hal itulah yang harus segera dicari solusi oleh pemerintah.

Sementara itu, berdasarkan pantauan banjir yang merendam pemukiman penduduk meliputi Ujung Limus, Desa Lae Riman, Silatong, Tanjung Mas, Cibubukan, dan Desa Serasah, sudah surut. Begitu juga dengan jalan Singkil-Subulussalam di kawasan Silatong, telah mengering alias tidak mengganggu lagi lalu lalang kendaraan.(de) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id