Setelah Sepakat Datangkan Penguji Internasional, Kini Unsyiah dan UM Galang Penelitian Bersama | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Setelah Sepakat Datangkan Penguji Internasional, Kini Unsyiah dan UM Galang Penelitian Bersama

Setelah Sepakat Datangkan Penguji Internasional, Kini Unsyiah dan UM Galang Penelitian Bersama
Foto Setelah Sepakat Datangkan Penguji Internasional, Kini Unsyiah dan UM Galang Penelitian Bersama

URI.co.id, BANDA ACEH – Civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh akan melakukan penelitian bersama dengan civitas akademika dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Penelitian tandem ini akan diimplementasikan pada semester II tahun 2017.

Menurut Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng kepada URI.co.id, Selasa (29/8/2017) siang, penelitian bersama ini merupakan salah satu program kerja sama yang diperjanjikan ketika Rektor Unsyiah dan Rektor UM sepakat memperpanjang nota kesepahaman (MoU) antara kedua universitas itu untuk lima tahun lagi pada medio Agustus lalu di Kampus UM, Kuala Lumpur.

Baca: S2 dan S3 di Unsyiah akan Disidang Penguji Internasional, Dari Negara Mana Saja?

Sebagai langkah awal, penelitian itu dilakukan di Aceh.

Peneliti Unsyiah akan dibantu oleh para peneliti dari UM. Pada saatnya nanti, peneliti dari Unsyiah pula yang akan membantu proyek penelitian di UM.

“Tema dan objek penelitian akan disepakati kemudian,” kata Prof Samsul Rizal yang menghubungi URI.co.id via telepon dari Timor Leste.

Samsul melakukan kunjungan kerja dua hari ke Timor Leste.

Selain penelitian bersama, Unsyiah dan UM sepakat menjalin kerja sama di bidang external examiner (penguji dari luar negeri).

Untuk itu, setiap semester per fakultas akan didatangkan sepuluh penguji dari UM ke Unsyiah. Pada saatnya nanti, penguji dari Unsyiah pula yang akan didatangkan ke UM.

Baca: Rektor Unsyiah Teken Kerja Sama Arsitektur

Fokus utama program ini adalah para examiner internasional itu akan ikut menguji mahasiswa program magister (S2) dan doktoral (S3) di Unsyiah saat sidang tesis dan disertasi.

Ujiannya berlangsung dalam bahasa Inggris. Untuk itu, lulusan S2 dan S3 Unsyiah wajib mahir bahasa Inggris.

Saat ini rektor menetapkan, syarat untuk bisa ikut sidang sarjana S1 di Unsyiah, TOEFL-nya minimal 477.

Jika tak lulus TOEFL, maka akan dikeluarkan sertifikat pelatihan TOEFL yang diikuti oleh mahasiswa yang bersangkutan. (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id