FOTO-FOTO Nisan Ulama dan Raja Aceh di Komplek Pembuangan Sampah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

FOTO-FOTO Nisan Ulama dan Raja Aceh di Komplek Pembuangan Sampah

FOTO-FOTO Nisan Ulama dan Raja Aceh di Komplek Pembuangan Sampah
Foto FOTO-FOTO Nisan Ulama dan Raja Aceh di Komplek Pembuangan Sampah

URI.co.id, BANDA ACEH — Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena penemuan mata uang emas yang sempat heboh pada akhir 2013 lalu.

Pondasi bangunan yang diduga masjid peninggalan kerajaan Islam di komplek proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Pondasi bangunan yang diduga masjid peninggalan kerajaan Islam di komplek proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Tapi kali ini nama Gampong Pande disorot karena kehadiran mega proyek pengolahan sampah dan tinja berkedok Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

Baca: PENGANTAR Lipsus Proyek Tinja di Makam Ulama

Proyek ini mulai digarap pada 2015 di atas lahan seluas 1,6 hektare dengan anggaran Rp 107 miliar.

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA menunjukkan pondasi bangunan yang diduga masjid peninggalan kerajaan Islam di komplek proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA menunjukkan pondasi bangunan yang diduga masjid peninggalan kerajaan Islam di komplek proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Ironisnya, proyek APBN dengan leading sektor Pemko Banda Aceh ini ditengarai telah merusak dan menghilangkan situs sejarah penting peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam.

Batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Di lokasi penggalian proyek ini pula sejumlah nisan makam para ulama dan raja ditemukan.

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande – Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Para aktivis, sejarawan dan arkeolog mengklaim pembangunan proyek IPAL telah merusak dan menghilangkan bukti sejarah Kerajaan Aceh Darussalam, yang tersebar dan terkubur di area proyek IPAL yang masuk dalam wilayah Gampong Pande, yang dikenal menyimpan banyak artefak dan nisan kuno.

Batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Lantas bagaimana sebetulnya pembangunan proyek IPAL yang disebut-sebut merupakan proyek strategis Jokowi bisa berjalan nyaris tak terdengar publik?

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA dan pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA dan pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande – Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Apa pentingnya kawasan situs di area proyek tersebut harus diselamatkan? Dan apa saja temuan penting dan bernilai di lokasi area proyek menurut pandangan arkeolog?

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande – Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

URI.co.id akan menurunkan dalam Liputan Khusus “Proyek Tinja di Makam Ulama”. Simak laporan berseri tim Liputan Khusus URI.co.id mulai besok. (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id