Lintas Tutut-Gempang Kembali Lancar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lintas Tutut-Gempang Kembali Lancar

Foto Lintas Tutut-Gempang Kembali Lancar

MEULABOH-Banjir dan longsor yang melanda Aceh Barat, sejak Senin malam lalu menyebabkan dua jembatan dan tiga rumah rusak. Namun, banjir yang sempat merendami tujuh kecamatan di wilayah itu dilaporkan, Rabu pagi, sudah berangsur surut.

Demikian juga hubungan transportasi darat Meulaboh-Tutut (Aceh Barat)-Geumpang (Pidie) yang longsor di kilometer 8 Kecamatan Sungaimas, sudah kembali lancar.

Dua jembatan yang rusak berlokasi di Desa Seumantok, Woyla Timur adalah jembatan empat meter berkontruksi kayu, dan abutment jembatan Kajeng di lintas Pasi Janeng-Seuradek, Sungaimas. Sementara tiga rumah yang rusak berlokasi di Sungaimas adalah milik Asnidar, warga Kajeung, dan dua lagi yang tertimbun longsor adalah milik Abudian dan Ramuad, warga Lueng Baro.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Saiful AB menjawab Serambi, Rabu kemarin mengatakan, hubungan transportasi darat Meulaboh-Geumpang sudah lancar setelah dikerahkan alat berat pada dua titik yang longsor di ruas jalan provinsi di Lancong dan Tungkop.

Sementara untuk ruas jalan kabupaten di Sungaimas yang juga tertimbun longsor di Kajeung dan Geudong, dilaporkan sedang dalam pengerjaan pembersihan. “Saat ini alat berat sedang melakukan pekerjaan pembersihan,” kata Saiful.

Ia mengatakan, terhadap dampak banjir jembatan rusak dan rumah rusak tersebut masih berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya, sehingga dapat juga ditangani. “Daerah kami di Woyla Timur di Seumantok sebuah jembatan berkontruksi hancur disapu banjir,” ujar M Nasir, Keuchik Gampong Baro KB, kemarin.

Saiful menambahkan, banjir yang melanda Aceh Barat sudah berangsur normal, meski potensi hujan masih tinggi yang akan mengguyur terutama siang hingga malam hari. Namun demikian, warga diminta tingkatkan kewaspadaan terhadap banjir susulan.

Hujan lebat yang menyebabkan listrik padam total pada Senin malam di Kecamatan Sungaimas dilaporkan, Rabu sudah normal kembali. Humas PLN Area Meulaboh, Rusydi menyebutkan hujan lebat yang selanjutnya longsor menyebabkan terganggunya layanan listrik, tetapi tim PLN langsung melakukan upaya perbaikan di Sungaimas. “Untuk listrik sudah normal. Namun sekali-kali masih padam,” ungkap Sekcam Sungaimas, Zakaria kemarin.

Sementara puluhan sekolah di daerah banjir di Aceh Barat yang sempat terganggu proses belajar mengajar (PBM), Rabu sudah normal kembali. Namun, siswa masih disibukan membersihkan bekas banjir.

Kepala Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya, Edi Darlupti, SE ditanyai kemarin mengakui, potensi hujan hingga tiga hari ke depan masih akan mengguyur wilayah barat selatan Aceh (Barsela).

Untuk itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya longsor, angin kencang, dan banjir, serta ancaman yang tidak diinginkan seperti tenggelam.

Dikatakannya, analisis terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai badai petir disebabkan faktor pemicu utama adanya pertemuan angin di wilayah Aceh, sehingga mampu menjadikan proses terbentuknya koveksi menjadi optimal. Untuk cuaca siang hingga malam hujan ringan, kecepatan angin 20-25 km/jam.(riz) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id