Dana tidak Masalah, yang Penting Serius | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dana tidak Masalah, yang Penting Serius

Dana tidak Masalah, yang Penting Serius
Foto Dana tidak Masalah, yang Penting Serius

ANGGOTA DPRA, Zaenal Abidin mengatakan, Aceh memiliki dana cukup untuk pembangunan lima RS rujukan regional yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus). Yang dibutuhkan saat ini, kata Zaenal adalah keseriusan pemerintah.

“Pemerintahan Irwandi-Nova diharapkan bisa membangun sesuatu yang prestisius yang bisa menangani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, seperti rumah sakit. Aceh memiliki cukup dana untuk itu yang penting pemerintah serius,” kata Zaenal terkait pembangunan RS regional di Aceh.

Dia berharap, di masa kepemimpinan Irwandi-Nova, pembangunan RS rujukan regional bisa selesai dan beroperasi. Sehingga, masyarakat dari daerah tidak perlu lagi berobat ke provinsi.

“Kita berharap Irwandi bisa menyelesaikan RS rujukan regional di barat-selatan. Dalam waktu tiga tahun diharapkan sudah siap dan sudah beroperasi dengan asumsi setiap tahun Pemerintah Aceh menganggarkan Rp 100 miliar (khusus untuk kedua rumah sakit regional di barat-selatan),” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut Zaenal, dari lima wilayah yang sudah ditetapkan untuk pembangunan RS regional, hanya di Aceh Barat dan Aceh Selatan yang pembebasan tanahnya sudah tuntas. Sementara di Kota Langsa dan Bireuen masih terkendala lahan, sedangkan Aceh Tengah memang sudah dibangun sejak bupati Nasaruddin.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun lima RS rujukan regional di Aceh, kata Zaenal sebesar Rp 1,75 triliun dengan rincian satu rumah sakit Rp 350 miliar. Tapi, untuk tahun ini Pemerintah Aceh telah memplotkan dana Rp 100 miliar untuk membangun tiga RS rujukan regional yaitu RSU Cut Nyak Dhien di Meulaboh, RSU dr Yulidin Away di Aceh Selatan, dan RSU Datu Beru di Aceh Tengah.

Selain menganggarkan untuk tiga RS rujukan regional, Pemerintah Aceh juga telah menganggarkan Rp 105 miliar untuk pembangunan rumah sakit lainnya di Aceh seperti RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, RSU Meuraxa Banda Aceh, RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, RSUD Aceh Tamiang, dan RSUD Nagan Raya yang kini bernama RSUD Sultan Iskandar Muda.

“Yang penting pemerintah fokus dan komitmen, jangan di tengah jalan goyang. Kalau pemerintah serius tiga tahun selesai dengan asumsi satu tahun menganggarkan Rp 150 miliar per rumah sakit. Pembangunan (12 unit payung) Masjid Raya Baiturrahman saja yang tidak ada dalam KUA PPAS, dua tahun selesai. Tapi atas kebijakan semua bisa,” kata anggota Komisi VI DPRA Bidang Kesehatan tersebut.(mas) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id