Irwandi Singgung RS Regional | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Irwandi Singgung RS Regional

Irwandi Singgung RS Regional
Foto Irwandi Singgung RS Regional

LANGSA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengatakan untuk meningkatan pelayan kesehatan masyarakat, Pemerintah Aceh telah memutuskan pengembangan lima rumah sakit (RS) rujukan regional setara RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. RS regional tersebut berlokasi di Meulaboh, Tapaktuan, Takengon, Bireuen, dan Kota Langsa.

“RS regional di Kota Langsa akan menjadi rujukan wilayah timur, mencakup Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Saya harap Pemko Langsa mendukung penuh rencana ini,” kata Irwandi seusai melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa, Usman Abdullah dan Marzuki Hamid, di Aula Gedung DPRK Langsa, Senin (28/8).

Seperti diketahui, gagasan pembangunan RS rujukan regional dicanangkan oleh Gubernur Zaini Abdullah pada 2014. Ada lima wilayah yang ditetapkan, yakni untuk wilayah barat dipusatkan di Meulaboh, wilayah selatan di Tapaktuan, wilayah tengah di Takengon, wilayah utara di Biereun, dan wilayah timur di Kota Langsa.

Tujuan RS rujukan regional untuk mengatasi antrean panjang pasien rujukan saat berobat. Sebab, selama ini pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit di Aceh belum berjalan baik bahkan sering terjadi penumpukan pasien yang cukup banyak di rumah sakit tertentu, terutama RS rujukan provinsi.

Merespons harapan Gubernur Irwandi Yusuf, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah mengatakan, pembangunan RS regional di Langsa belum bisa dilaksanakan karena belum selesai pembebasan lahan dengan PTPN I Langsa yang sangat rumit.

“Sebagian besar lahan di Kota Langsa milik PTPN I. Karena persoalan lahan ini menghambat pembangunan. Apa masih layak ada perkebunan di kawasan kota,” tanya Usman Abdullah yang akrab dipanggil Toke Seuuem.

Toke Seuuem menginformasikan, kesulitan lahan juga menghambat pembangunan berbagai program lainnya seperti pengembangan hutan kota karena diapit oleh lahan PTPN. Bahkan, rekanan yang membangun proyek waduk juga terkendala lahan.

“Baru-baru ini pihak rekanan sedang kerja tapi diminta berhenti oleh petugas PTPN, namun saya perintahkan lanjut. Jika gara-gara menebang pohon sawit saya harus masuk penjara, tidak apa-apa. Saya tak malu, karena masuk penjara bukan karena korupsi tapi karena tebang pohon sawit PTPN,” sebutnya.

Menanggapi laporan Wali Kota Langsa terkait kendala lahan, Gubernur Aceh langsung bertanya, “Apakah Dirut PTPN I Langsa ada di sini?” Dirut PTPN I Langsa, Ury Mulyadi yang duduk di bagian samping kanan Aula DPRK Langsa tersenyum disambut gemuruh tawa hadirin.

“Beliau (Dirut PTPN I) saya tahu sebenarnya tidak keberatan memberikan lahan milik PTP ke Pemko. Cuma menjadi persoalan, bagaimana orang-orang lain di dalam PTPN I apakah bisa seirama. Coba ditanya ke dirut, apa setuju semua orang PTPN, kalau setuju semua, besok urusan lahan untuk Pemko Langsa beres,” ujar Irwandi disambut tawa para hadirin di sana.

Rapat Paripurna Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa dipimpin Ketua DPRK Langsa, Burhansyah didampingi dua wakil ketua, HT Hidayat dan Faisal AMD. Kegiatan itu juga dihadiri Wali Naggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, anggota DPR RI Firmandez dan Nasir Jamil, anggota DPRA Nurzahri, Danrem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Y, Forkpimda, serta undangan dari Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang menggunakan pesawat pribadi, Eagle One mendarat di landasan pacu (run way) Pelabuhan Kuala Langsa dan selanjutnya menuju ke Gedung DPRK Kota Langsa.(zb/mas) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id