Tujuh Desa Terendam Banjir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tujuh Desa Terendam Banjir

Tujuh Desa Terendam Banjir
Foto Tujuh Desa Terendam Banjir

LHOKSUKON – Hujan deras yang mengguyur kawasan Aceh Utara dan sekitarnya pada Minggu (27/8), menyebabkan Krueng Pirak meluap yang mengakibatkan tujuh desa di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu terendam banjir pada Senin (28/8) pagi. Ketujuh desa yang dilanda banjir luapan tersebut, masing-masing Desa Alue Bungkoh, Tanjong Seurikui, dan Meunye Tujoh, di Kecamatan Pirak Timu. Sedangkan di Kecamatan Matangkuli, ada empat desa yang terendam yaitu Leubok Pirak, Pante Pirak, Siren, dan Tanjong Haji Muda.

“Air mulai naik dari pukul 07.00 WIB dengan ketinggi 60 sampai 90 centimeter di badan jalan Desa Alue Bungkoh. Karena itu, warga dan pelajar yang hendak pergi ke Matangkuli melalui jalur tersebut harus menaiki rakit yang disediakan warga dengan ongkos sekali naik Rp 15 ribu,” ujar pemuda Kecamatan Pirak Timu, T Fasail Razi kepada Serambi kemarin.

Sedangkan di empat desa dalam Kecamatan Matangkuli, selain merendam badan jalan, banjir juga menggenangi puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 75 sentimeter dalam rumah warga. Namun, pada Senin sore kemarin, air mulai surut meski belum surut total. “Warga khawatir jika terjadi hujan susulan, air akan bertambah naik lagi, apalagi kalau meluap dari Krueng Keureuto,” kata Jamaluddin, warga Matangkuli kepada Serambi, kemarin.

Sementara itu, di Kecamatan Geureudong Pase, satu jembatan dengan panjang 4 meter dan lebar 8 meter yang berada di Desa Alue Awe ambruk karena terkikis banjir. Selain itu, pondasi jembatan gantung di Dayah Seupeng juga ikut rusak parah. Jika tak segera ditangani, diperkirakan kerusakan pondasi jembatan gantung itu bakal semakin bertambah.

“Hujan kemarin cukup deras selama 2,5 jam. Kini warga sudah membangun jembatan darurat di Desa Alue Awe supaya jalur tersebut dapat difungsikan kembali oleh warga yang pergi ke Mbang atau ke Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Karena jembatan lama memang ambruk total,” ujar Camat Geureudong Pase, T Arrahman kepada Serambi, kemarin.

Di daerah lain, Keuchik Lhok Jok, Kecamatan Kuta Makmur, Iskalani kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, hujan deras di kawasannya menyebabkan sekitar delapan hektare areal sawah yang sudah ditanami padi ikut terendam. “Kita khawatirkan, jika terjadi hujan susulan, padi kami yang sudah terendam akan gagal panen,” ucap Iskalani.

Camat Matangkuli, Zulkifli kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, dirinya sudah mendatangi keempat desa yang terendam banjir untuk memantau kondisi masyarakat. “Hasil pantauan, ada puluhan rumah yang terendam dari empat desa itu, dari pagi sampai siang. Tapi, tadi sore (kemarin-red) air mulai surut, meskipun belum kering total,” katanya. Ditambahkan dia, hingga sore kemarin belum ada warga yang mengungsi.(jaf) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id