Petugas Awasi Hewan Meugang dan Kurban | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petugas Awasi Hewan Meugang dan Kurban

Petugas Awasi Hewan Meugang dan Kurban
Foto Petugas Awasi Hewan Meugang dan Kurban

BANDA ACEH – Petugas kesehatan hewan se-Aceh akan mengawasi pemotongan hewan saat meugang dua hari berturut-turut menjelang Idul Adha 1438 Hijriah maupun hewan kurban yang dipotong mulai hari pertama hingga hari ketiga Idul Adha 1438 Hijriah, Jumat-Minggu, 1-3 Agustus 2017. Pengawasan ini untuk mencegah terkonsumsi daging berpenyakit, sehingga penyakitnya menular ke manusia.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Aceh, drh Zulyazaini Yahya MSi menyampaikan hal ini kepada Serambi, Senin (28/8). Menurutnya, untuk Banda Aceh dan Aceh Besar, pihaknya bekerja sama Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Aceh menurunkan 350 orang tim pemantau dan pengawas pemotongan hewan meugang dan kurban.

“Untuk 21 kabupaten/kota lainnya, kami juga sudah menyurati masing-masing Kepala Dinas Peternakan agar membentuk tim ini. Tugas tim ini semua sama seluruh Aceh,” kata Zulyazaini didampingi Kabid Kesehatan Hewan, drh Muslim.

Zulyazaini menyebutkan ada enam tugas tim pemantau, pengawas, dan pemeriksa pemeriksa pemotongan hewan meugang dan kurban. Tiga di antaranya adalah menginventarisasi tempat-tempat pemotongan serta jumlah pemotongan hewan.

Kemudian menyososialisasi pada masyarakat, pengurus dan panitia kurban tentang persyaratan teknis tata cara pemotongan hewan dan penanganan daging sesuai syarat daging aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). “Kemudian petugas mengawasi dan memeriksa hewan sebelum pemotongan, saat pemotongan, dan setelah pemotongan,” sebut Zulyazaini.

Adapun para petugas ini akan disebar berbagai lokasi pemotongan masyarakat dan rumah potong hewan baik saat meugang maupun saat Idul Adha untuk daging kurban. Menurut Zulyazaini, ini merupakan program lama yang juga dilakukan saat meugang Idul Fitri. Tujuannya agar semua daging, baik yang dijual saat meugang maupun daging kurban berupa sapi, kambing, dan kerbau yang dibagi-bagi saat Idul Adha terbebas dari berbagai penyakit menular.

Kadis Peternakan Aceh, drh Zulyazaini Yahya menceritakan pada 2013 saat dirinya bertugas memeriksa kesehatan hewan kurban di Aceh Utara, ia menemukan cacing dalam hati sapi yang sudah dipotong. Terkadang, menurutnya fisik sapi terlihat sehat dan gemuk, kemudian setelah disembelih dalam hatinya malah ditemukan banyak cacing putih kecil-kecil. “Cacing kecil-kecil itu kalau terkonsumsi manusia, bisa terkena penyakit cacing,” kata Zulyazaini.

Karena itu, ia mengimbau agar mewaspadai daging yang terdapat cacing dalam hati, paru, jantung, limpa dan jeroan kambing, sapi, maupun kerbau. “Sebelum dijual atau dibagikan kepada penerima daging qurban harus diteliti dulu. Kalau ditemukan ada cacing, harus dibuang dan jangan dibagikan sedikitpun kepada penerima daging qurban,” ujar Muslim. (her) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id