Ghazali Diminta Tepati Janji | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ghazali Diminta Tepati Janji

Ghazali Diminta Tepati Janji
Foto Ghazali Diminta Tepati Janji

* Salah Satunya Penegerian Unigha

BANDA ACEH – Sekitar 20-an warga Pidie meminta anggota DPD RI asal Aceh, Ghazali Abbas Adan agar menepati sejumlah janji yang pernah disampaikannya saat pemilu legislatif yang lalu. Sebab, sudah tiga tahun ia menduduki jabatan di Senayan, belum ada janji yang telah direalisasikan. Sebagian di antara warga tersebut merupakan tim sukses (timses) saat Ghazali mencalonkan diri sebagai senator, tiga tahun silam.

Permintaan itu disampaikan oleh Ridwanuddin yang juga Wakil Ketua Tim Rakan Setia Pidie (Tim Pemenangan Ghazali), kepada Serambi, Minggu (28/8). Ridwanuddin bersama 20-an warga dan tokoh Pidie datang ke Banda Aceh untuk menyampaikan hal tersebut.

Ridwan menjelaskan, saat mencalonkan diri maju sebagai anggota DPD, Ghazali berjanji akan segera menegerikan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, serta merevitalisasi irigasi di kawasan Batee. Ghazali juga berjanji untuk tetap memperdulikan timnya. Namun, lanjutnya, hingga saat ini semua janji belum ada yang ditepati.

Menurut Ridwan, semenjak terpilih Ghazali tidak pernah lagi mengajak tim yang dulu bekerja mendukung untuknya bertemu, sehingga kedua pihak itu putus komunikasi. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan dirinya. “Selain hanya uang yang tak seberapa saat meugang, tidak ada apa pun yang diberikan kepada tim yang dulu mati-matian mendukungnya, padahal saat pilkada ancaman bagi timses sangat besar,” ujar Ridwan.

Sementara Athailah HM Yusuf, warga Padang Tiji yang sebelum menjadi tim pemenangan Ghazali juga menuding, Ghazali menyerobot fotokopi KTP secara ilegal untuk maju sebagai anggota DPD. Sebab, awalnya foto kopi KTP itu dikumpulkan oleh relawan untuk Ghazali – Zulkifli maju ke Pilkada Pidie. Namun, setelah kalah di Pilkada, kata Athailah, fotokopi itu justru dimanfaatkan ghazali untuk maju ke DPD tanpa izin.

Sehingga, sejumlah warga yang tergabung dalam timses itu menyampaikan beberapa tuntutan kepada Ghazali yaitu meminta ganti rugi sewa ruko dan mobil yang dipakai selama kampanye. Slain itu, juga biaya atas rusaknya tiga unit mobil milik relawan saat kerusuhan di Beureunuen, saat relawan pulang berkampanye. Selain itu, ghazali juga dituntut mengganti biaya transportasi, akomodasi, serta alat peraga saat kampanye.

Ghazali Abbas Adan yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, pernyataan segelintir tim yang mengatasnamakan relawan Pidie sebagai upaya pembunuhan karakter. Menurutnya, ia sudah mengundang tim tersebut untuk bertemu di rumah familinya di Sigli, dan di Kantor Dewan Dakwah Banda Aceh, namun kedua undangan itu tidak ditanggapi mereka. .

Sementara soal janji penegerian Universitas Jabal Ghafur, ia meminta pihak terkait menyiapkan syarat-syarat yang diperlukan. Tanpa diupah pun, kata Ghazali, ia akan mengurus hingga ke kementerian, karena penegerian itu sangat tergantung pada kecukupan syarat.

Sementara terkait ganti rugi yang diminta tim, ia menyampaikan bahwa jika mereka menganggap itu sebagai kewajiban yang harus dilunasi, maka ia mempersilakan masalah utang itu dilaporkan ke penegak hukum.

Soal memanfaatkan KTP tanpa izin, Ghazali membantahnya. Sebab, KTP itu dari masyarakat yang diberikan untuk dirinya dan Zulkifli, saat maju ke Pilkada Pidie. Kemudian, sisa KTP itu digunakan lagi untuk maju saat Pileg, untuk digabungkan dengan fotokopi dari daerah lainnya di Aceh. “Terkait sejumlah tudingan itu, biarlah masyarakat Aceh yang menilai,” kata Ghazali.(mun) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id