Istri Tua Tewas di Tangan Istri Muda | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Istri Tua Tewas di Tangan Istri Muda

Istri Tua Tewas di Tangan Istri Muda
Foto Istri Tua Tewas di Tangan Istri Muda

BIREUEN – Herawati Sulaiman (21), warga Desa Buket Sudan, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Minggu (27/8) sore diamankan polisi di Mapolres Bireuen. Istri muda Rusli (40) itu diduga membunuh madunya, Darmawati (38), warga Desa Pulo Payang, Kecamatan Peusangan Selatan, Minggu sekitar pukul 17.00 WIB.

Sekretaris Desa Pulo Payang, Jamaluddin (41), kepada Serambi mengatakan, dari istri pertamanya, Darmawati, Rusli memiliki empat anak. Sedangkan dari istri mudanya, Herawati, Rusli memiliki satu anak. Rusli menikahi Herawati dalam status janda, setelah suami Herawati bernama Saiful, meninggal tahun lalu.

Kemarin sore, kata Sekdes Jamaluddin, ia mendapatkan informasi bahwa kedua istri Rusli berkelahi di kebun saat memotong rumput untuk pakan ternak, sehingga satu orang meninggal. “Suami dan istri mudanya kini sudah berada Mapolres Bireuen,” kata Jamaluddin.

Suami tersangka, Rusli, di Mapolres Bireuen kepada Serambi mengatakan, Minggu sore ia pergi ke kebun bersama istri mudanya untuk memotong rumput sebagai pakan ternak. Setibanya di kebun sekitar pukul 17.00 WIB, ia memotong rumput. Tanpa diduga, sang istri pertama bersama anaknya bernama Rafi Alfaidi (2), datang menemuinya.

Rusli langsung meminta istri tuanya untuk pulang saja, karena ia khawatir bakal ribut di kebun dengan istri mudanya. “Saat itu saya sedang potong rumput, saya terkejut karena istri pertama datang untuk meminta uang. Tangan saya sempat terkena sabit sendiri saat itu dan luka di jari tangan,” ungkapnya.

Kekhawatiran Rusli akhirnya terbukti. Istri pertama tiba-tiba melempar istri kedua dengan batu. Lemparan itu mengenai bagian belakang kepala Herawati dan berdarah. Kemudian, Herawati yang sedang berada tak jauh dari parang, langsung mengambil parang dan membacok madunya. Bacokan itu menyebabkan korban tersungkur. “Saya segera melerai dan mengajak istri pertama untuk pulang ke rumah,” ujar Rusli.

Kemudian Rusli membopong istri pertamanya yang sudah tersungkur ke jalan desa dan diletakkan begitu saja. Rusli kembali menjumpai istri kedua dan memintanya pulang saja. Beberapa saat kemudian, seorang warga datang menemuinya dan mengabarkan bahwa istri pertamanya berlumuran darah di jalan desa. “Saya bergegas ke tempat itu dan mengangkat istri (Darmawati) dan membawanya pulang bersama anak yang kecil dan membawanya ke rumah sakit,” ujar Rusli.

Setelah ditangani di Puskesmas Peusangan Selatan, korban kemudian dirujuk ke Bireuen dan meninggal sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu.

Setelah divisum, mayat korban dibawa pulang ke rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB dan sudah dikebumikan kemarin.

Rusli meminta anak tertuanya, Suryadi, untuk menemui dan melihat kondisi ibu mudanya di Desa Buket Sudan, sekitar 2 km dari kebun atau 3 km dari rumah istri pertamanya.

Karena ketakutan dan setelah mendengar saran perangkat desa, Rusli mendatangi pos koramil setempat dan ia kemudian dibawa ke Mapolres Bireuen. Sedangkan tersangka Herawati dijemput di rumahnya oleh anggota Polres Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian mengatakan, kasus penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa Darmawati, istri kedua Rusli itu, diduga kuat karena dendam yang memuncak.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah warga, kedua istri Rusli itu memang sering ribut. Minggu lalu, istri tua Rusli, Darmawati, datang ke kebun menjumpai suaminya untuk meminta uang belanja rumah tangga. Ternyata ada istri muda Rusli di tempat itu, sehingga terjadilah keributan.

Awalnya hanya cekcok mulut, lalu berujung kepada perkelahian dan pembacokan di kepala yang menyebabkan Darmawati meninggal di rumah sakit. Amatan Serambi kemarin, Rusli selaku suami dari kedua wanita itu sedang dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Bireuen.

Adapun tersangka Herawati Sulaiman dijemput polisi di rumahnya, di Desa Buket Sudan, Peusangan Selatan, Bireuen, Minggu malam.

Personel polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti kasus ini. Tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan berat pada KUHP yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ia diancam hukuman 15 tahun penjara. (yus) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id