Abusyik Perintahkan Bongkar Kantor Bupati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Abusyik Perintahkan Bongkar Kantor Bupati

Abusyik Perintahkan Bongkar Kantor Bupati
Foto Abusyik Perintahkan Bongkar Kantor Bupati

* Renovasi tak Memenuhi Persyaratan

SIGLI – Bupati Pidie, Roni Ahmad atau lebih kerap disapa Abusyik memerintahkan pembongkaran kantor bupati setempat yang saat ini akan direnovasi dengan nilai proyek Rp 15 miliar. Pembongkaran yang ia maksud adalah menghentikan upaya renovasi dan membangun ulang gedung kantor bupati tersebut. Karena gedung berumur 38 tahun itu dinilai tak layak lagi.

“Ada syarat yang belum dipenuhi sebelum dilakukan renovasi, yakni perhitungan nilai oleh tim independen dan selanjutnya dilakukan penghapusan aset terlebih dulu. Bukan dilelang (proyek renovasinya-red) dengan serta merta,” kata Abusyik, Senin (28/8).

Menurutnya, upaya perhitungan nilai aset dan penghapusan aset itu tidak dilakukan oleh pemerintah sebelumnya. Sehingga hal ini menjadi celah pelanggaran hukum. “Jika hal ini (perhitungan nilai dan penghapusan aset) tak dilakukan, maka jika saya yang akan terjebak masalah hukum,” jelasnya.

Ia mengatakan, kondisi gedung perkantoran Pemkab Pidie ini sangat tidak layak dipertahankan karena usianya lebih kurang sudah 38 tahun. “Seharusnya yang dilakukan adalah membangun gedung baru, bukannya direnovasi. Karena beberapa temuan tim teknis dari Unsyiah menunjukkan bahwa gedung itu telah keropos dengan kondisi besi tiang yang telah berkarat,” katanya.

Dikarenakan beberapa tahap (persyaratan) yang terlewati, maka pembangunan gedung ini baru dapat dilanjutkan pada tahun 2018 mendatang, seraya menunggu dilengkapinya beberapa persyaratan. “Saya tak pernah menghambat, tapi syarat administrasi harus dilengkapi terlebih dahulu,” tegasnya.

Molornya rehab Kantor Bupati Pidie setelah dilakukan ditetapkannya pemenang tender sejak Mei 2017 lalu, dipertanyakan oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail MAP.

“Perlu ada kejelasannya agar persoalan ini tidak menggantung, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” katanya, Minggu (27/8).

Menurutnya, tindak lanjut terhadap rencana renovasi gedung ini, telah dilakukan kajian oleh tim teknis dari Unsyiah. “Sudah menjadi tugas kami mengawas setiap penggunaan anggaran dan pembangunan yang menghabiskan anggaran besar seperti pembangunan Kantor Bupati Pidie ini,” tukasnya.(c43) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id