Pedofil Beraksi di Bener Meriah, Ini Jumlah Korban yang Sudah Melapor ke Polisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pedofil Beraksi di Bener Meriah, Ini Jumlah Korban yang Sudah Melapor ke Polisi

Pedofil Beraksi di Bener Meriah, Ini Jumlah Korban yang Sudah Melapor ke Polisi
Foto Pedofil Beraksi di Bener Meriah, Ini Jumlah Korban yang Sudah Melapor ke Polisi

SERAMBINEWS, REDELONG – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Bener Meriah telah memakan tujuh korban yang kesemuanya bocah perempuan.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Iwan Ramli, melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, AKP Suparwanto, kepada URI.co.id mengatakan, pelaku yang berinisial ABM (25) kini masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian.

“Berdasarkan laporan yang masuk ada sekitar 7 korban, dan kita masih masih medalami kasus ini. Begitu juga untuk pelaku sedang dalam proses pengejaran,” katanya.

Baca: Pedofilia Incar Anak Aceh

Sementara itu, Koordinator Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bener Meriah, Sri Wahyuni, ketika dikonfrimasi menyampaikan, dari tujuh korban anak-anak yang mendapatkan kekerasan seksual ini, sudah empat anak yang dilakukan visum.

“Berdasarkan pengakuan dari korban yang kita telusuri, ada tujuh korban yang mendapatkan pelecehan seksual, empat diantaranya sudah melakukan visum,” kata Sri Wahyuni.

Sedangkan, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bener Meriah, Railawati SH, menjelaskan, walaupun saat ini mencuat hanya tujuh bocah yang menjadi korban, bisa kemungkinan akan bertambah lebih banyak lagi anak-anak yang mendapatkan kekerasan seksual.

“Berdasarkan penelusuran kami ada sembilan anak yang menjadi korban, namun, kami masih belum memastikan. Jadi hanya tujuh bocah tersebut yang benar mendapatkan kekerasan seksual,” ungkapnya.

Baca: Cerita Emak-emak Ungkap Grup Pedofil di Facebook

Ia juga menambahkan, pelaku yang merupakan penduduk asli dari salah satu kampung di Kecamatan Bukit tersebut, ia berkeyakinan jumlah korban akan terus bertambah, mengingat pelaku ini sudah sejak lama tinggal dikampung tersebut.

“Ada kemungkinan korban akan bertambah, kita kesulitan mengungkapkan siapa saja korban-korban, sebab pihak keluarga korban yang merasa anaknya mendapatkan pelecehan, belum mau membeberkan, atau sebatas melaporkan kepihak berwajib. Mungkin karena perasaan malu yang dialami oleh pihak keluarga,” paparnya. (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id