Kabut Asap di Banda Aceh Akibat Penguapan Panas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kabut Asap di Banda Aceh Akibat Penguapan Panas

Kabut Asap di Banda Aceh Akibat Penguapan Panas
Foto Kabut Asap di Banda Aceh Akibat Penguapan Panas

* Kebakaran Gambut di Aceh Barat Meluas

BANDA ACEH – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Banda Aceh dan sebagian Kabupaten Aceh Besar, Minggu (27/8) sore kemarin memunculkan pertanyaan menyangkut sumbernya. Pihak BMKG secara tegas membantah kalau disebutkan sumber kabut asap itu dari kebakaran hutan.

“Bukan, itu bukan kabakaran hutan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Zakaria SE sebagaimana dikutip dan dilansir URI.co.id, tadi malam, menanggapi pertanyaan dari mana sumber kabut asap yang menyelimuti Kota Banda Aceh.

Hingga pukul 20.05 WIB tadi malam, sebagaian wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar masih diselimuti kabut asap. Jarak pandang di beberapa kawasan sekitar 100-200 meter.

Zakaria menjelaskan, kabut asap itu muncul karena sebagian wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar baru saja diguyur hujan. “Permukaan bumi sudah lama sangat panas. Ketika turun hujan terjadi perbedaan suhu yang sangat signifikan. Hal itu menyebabkan penguapan,” katanya. “Pernah lihat besi panas kan? Nah, pas dicelup ke air kan langsung keluar asapnya, begitulah kira- kira,” pungkas Zakaria.

Informasi yang disampaikan pihak BMKG disangsikan oleh sejumlah warga Banda Aceh. Menurut warga, kabut asap tersebut diyakini akibat kebakaran lahan gambut di wilayah Aceh Barat yang semakin meluas atas kebakaran hutan di pegunungan Tangse, Pidie dua hari lalu.

“Kalau dikatakan akibat penguapan karena permukaan bumi yang panas tiba-tiba diguyur hujan, faktanya sebelum hujan turun sudah mulai diselimuti kabut asap. Juga muncul bau atau aroma kebakaran,” kata seorang warga Banda Aceh.

Sekitar pukul 22.15 WIB tadi malam kabut asap di Banda Aceh semakin menipis dan terus menghilang bersamaan dengan meredanya guyuran hujan.

Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat terus meluas dari sebelumnya hanya tersebar di empat desa dalam Kecamatan Johan Pahlawan kini titik api muncul di Kecamatan Samatiga dan Kaway XVI. Tim terpadu dari TNI/Polri dan BPBD dikerahkan untuk memadamkan api.

Data yang diterima Serambi, Minggu kemarin, lahan terbakar di Kecamatan Johan Pahlawan tersebar di Desa Suak Raya, Suak Nie, Leuhan, dan Lapang. Sedangkan di Kecamatan Kaway XVI meliputi Desa Peunia dan Kecamatan Samatiga di Desa Paya Lumpat.

Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Aceh Barat, Dodi B Saputra mengatakan, upaya memadamkan api terus dilakukan dengan mengerahkan personel dan alat berat. Beberapa titik sulit dijangkau armada pemadam sehingga dilakukan penyiraman menggunakan mesin pompa dengan mencari sumber-sumber air pada saluran.

Hingga Minggu kemarin cuaca panas masih mendera wilayah Aceh Barat dan potensi terjadinya kebakaran lahan harus tetap diwaspadai. “Kita berharap hujan bisa mengguyur sehingga api yang membakar lahan gambut bisa secepatnya padam.” kata Dodi.

Beberapa waktu lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menurunkan dua unit heli untuk memadamkan api dari udara yang membakar beberapa kawasan lahan di Aceh Barat dan sekitarnya.

Misi pemadaman kebakaran oleh BNPB di kawasan Aceh Barat dihentikan pada 2 Agustus 2017 karena waktu itu 90 persen kebakaran lahan gambut di Aceh Barat sudah sudah padam sedangkan selebihnya bisa dilakukan oleh tim darat. Namun sejak beberapa hari terakhir, lahan gambut Aceh Barat kembali terbakar dan hingga kemarin cenderung semakin meluas.(nas/riz) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id