Ketua YPKM Minta Ganti Rugi Lahan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketua YPKM Minta Ganti Rugi Lahan

Ketua YPKM Minta Ganti Rugi Lahan
Foto Ketua YPKM Minta Ganti Rugi Lahan

* Terkena Pelebaran Jalan

MEUREUDU – Ketua Yayasan Pembangunan Kewedanaan Meureudu (YPKM), Drs H Bakhtiar Effendi, Sabtu (26/8), meminta Pemkab Pidie Jaya segera membayar ganti rugi lahan bekas lapangan bola kaki Meureudu yang diklaim milik YPKM dan terkena pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Keude Meureudu-Kompleks Pemerintahan Pijay di Cot Trieng, Pidie Jaya.

Saat ini, hanya satu persil tanah ini yang belum dibayar ganti ruginya. Sementara lahan lainnya yang terkena pembebasan, sudah dibayar sejak tahun 2015 dengan nilai Rp 350.000/meter.

Tertundanya proses ganti rugi lahan ini karena status lahan yang belum jelas. Ada beberapa pihak yang mengklaim memiliki lahan tersebut, selain pihak Yayasan Pembangunan Kewedanaan Meureudu. Yakni pengelola klub sepakbola Meureudu dan ada yang mengklaim tanah ini milik masyarakat di tiga kecamatan. Yaitu, Meureudu, Meurahdua, dan Ulim.

Drs H Bakhtiar Effendi mengatakan, tanah lapangan bola kaki yang berada persis di depan meuligoe itu sepenuhnya milik Yayasan Pembangunan Kewedanaan Meureudu. Luasnya 1.080 meter bujur sangkar (120m x 9m). Dengan harga ganti rugi sebesar Rp 350.000/meter, maka nilai ganti rugi yang berhak diterima YPKM senilai Rp 378.000.000.

“Uang ganti rugi itu hingga kini belum terima. Sementara orang lain sudah dibayar sejak lama. Saya tidak tahu kenapa belum dibayar, tanyakan saja pada bupati,” ujarnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Pijay, Muslim Khadri SSTP, membenarkan uang ganti rugi untuk tanah lapangan bola kaki yang terkena pelebaran jalan beberapa tahun lalu masih tertahan. Pelebaran jalan dimaksud dilakukan tahun 2011 lalu atau saat Pijay dipimpin Bupati Drs HM Gade Salam. Sementara pembayaran ganti rugi dilakukan tahun 2015.

“Semua persil yang terkena pelebaran sudah tuntas dibayar kecuali lahan lapangan bola kaki. Karena statusnya belum jelas, maka terpaksa ditunda,” papar Muslim.

Muslim membantah jika tanah yang terkena pembebasan itu luasnya mencapai 1.080 meter. “Yang benar tanah yang diambil untuk pelebaran jalan hanya 777 meter, atau senilai Rp 271.000.000,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, terkendalanya proses pembayaran ganti rugi pinggiran lapangan bola kaki yang terkena pelebaran jalan ini, karena statusnya belum jelas. Beberapa pihak saling mengklaim kepemilikan tanah dimaksud. Pemkab pun baru bisa membayar ganti rugi itu jika sudah ada kejelasan secara hukum terkait kepemilikan lahan.(ag) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id