Dewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxa

Dewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxa
Foto Dewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxa

BANDA ACEH – Dokter Dewi Lailawati MSi ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh. Dewi menggantikan Bachtiar SSos yang sebelumnya sempat memimpin rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh itu. Mantan Wadir Administrasi Umum dan Keuangan RS Meuraxa itu mulai bertugas hari ini, Senin (28/8) hingga terpilihnya direktur definitif.

Keputusan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, AmiDewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxaah Usman kepada Serambi, Minggu (27/8). Dia mengatakan, penunjukan Dewi Lailawati sebagai Plt Direktur RS Meuraxa sudah sejak Jumat (25/8) dan telah disepakati Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh. “Dokter Dewi memahami urusan RS Meuraxa secara baik,” ujarnya.

Menurut AmiDewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxaah, pergantian Plt direktur RS Meuraxa ini sudah dipikir secara cermat untuk kebaikan rumah sakit, dan bukan karena tekanan dari pihak mana pun. “Ini bukan karena pressure (tekanan). Plt sebelumnya, Bachtiar, juga sudah bekerja baik pada masa emergency,” jelas dia.

Maka dari itu, lanjutnya, meskipun tidak sebagai Plt direktur RS lagi, Bachtiar tetap dilibatkan sebagai pengarah dalam tim penyehatan RS Meuraxa. “Tim penyehatan bertugas memberikan masukan kepada Plt. Mereka juga sebagai pengontrol, supaya penggunaan dana RS tepat sasaran,” kata AmiDewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxaah, dan menyebut masa tugas tim selama empat bulan dan bisa diperpanjang.

Ditambahkan, tim penyehatan terdiri atas enam pembina dari Forkopimda Banda Aceh, tiga orang pengarah, dan lima orang pelaksana. Plt Direktur RSUD Meuraxa, dr Dewi Lailawati MSi juga akan bertugas sebagai ketua pelaksana tim penyehatan. “Makanya kemarin tidak saya tonjolkan siapa Plt direkturnya. Karena yang lebih berperan saat ini adalah tim penyehatan, bukan seorang Plt direktur,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh, Daniel A Wahab mendukung dan mengapresiasi langkah wali kota yang membentuk tim penyehatan RSUD Meuraxa. Sebab menurutnya, keberadaan dewan pengawas selama ini terkesan tidak menjalankan tugasnya dengan benar.

Daniel menilai, penyehatan RS Meuraxa merupakan langkah yang tepat. Sebab, sudah terlalu banyak masalah yang dialami rumah sakit itu, seperti utang dan krisis obat. “Kondisi ini sungguh miris, apalagi RS Meuraxa sudah mencapai akreditasi paripurna yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Terkait posisi direktur definitif RS Meuraxa, AmiDewi Lailawati Plt Direktur RS Meuraxaah Usman akan melelang jabatan tersebut usai Lebaran Idul Adha. Posisi itu dilelang bersama belasan jabatan lainnya di Pemko Banda Aceh yang masih lowong. “Direktur definitif RS Meuraxa dan sejumlah jabatan lowong lainnya harus melalui fit and proper test,” ujar dia.

Wali kota mengatakan, lelang jabatan itu dilakukan secara terbuka dengan sejumlah persyaratan khusus yang akan diumumkan di kemudian hari. “Kesempatan ini terbuka bagi orang luar maupun orang dalam. Kalau untuk RS Meuraxa, harus dari kalangan Medis,” tukasnya.(fit/mun) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id