Boliqiao, Pengikat Dua Jarak yang Terpisah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Boliqiao, Pengikat Dua Jarak yang Terpisah

Boliqiao, Pengikat Dua Jarak yang Terpisah
Foto Boliqiao, Pengikat Dua Jarak yang Terpisah

OLEH AL-ZUHRI, pelajar asal Peulumat, Aceh Selatan, Ketua Divisi Promosi dan Publikasi di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Kota Wuhan, melaporkan dari Cina Tengah

INDONESIA tentunya kini booming dengan boliqiao (jembatan kaca) yang ada di Zhangjiajie, Provinsi Hunan, apalagi setelah banyak liputan media tentangnya bermunculan di layar kaca televisi. Setelah boliqiao Zhangjiajie diresmikan tahun lalu meraup perhatian dunia dengan menuai rekor sebagai boliqiao terpanjang dan tertinggi, kini mulai bermunculan boliqiao lainnya di Cina. Salah satunya yang sempat saya sambangi dua minggu lalu adalah Huangpi Mulan Tianchi Boliqiao atau disingkat menjadi Mulan Tianchi yang berlokasi di Wuhan, Hubei, Cina.

Boliqiao ini penghubung antara dua sisi tebing yang dipangkas lembah dan aliran air pegunungan. Spot ini pula yang membuat tempat wisata ini memiliki nilai tambah. Walau hakikatnya ukurannya tidaklah sebesar boliqiao Zhangjiajie, setidaknya tempat ini telah mampu memikat wisatawan. Orang-orang dibuat seperti kuasa berjalan di atas udara yang akan membuat hampar pengidap fobia ketinggian. Jika tidak cukup tangguh, jangan sekali-kali melihat ke bawah atau nekat melintas di atasnya.

Rata-rata boliqiao ini dibuat di kawasan pegunungan. Entah apa yang jadi dasar pilihannya yang jelas harus ada celah tempat agar bisa dibangun. Barangkali jika boliqiao ini dibangun untuk menjembatani Sabang dan Banda Aceh akan lebih gempar lagi impresi yang ditimbulkan. Ini terdengar konyol dan menegangkan memang, mengingat jarak yang jauh di antara keduanya.

Untuk berkunjung ke Mulan Tianchi, pemesanan tiketnya dapat dilakukan jauh-jauh hari secara online via aplikasi Taobao atau langsung masuk di layanan website resminya. Beda usia, tingkat pendidikan, jumlah wahana yang dikunjungi juga memengaruhi harga tiket yang akan dibayar. Untuk undergraduate misalkan, bisa memperoleh tiket seharga 30 yuan. Sementara untuk graduate harus membayar seharga 60 yuan. Saat pembelian, kita juga disyaratkan untuk memperlihatkan kartu mahasiswa atau yang menerangkannya.

Harga ini tidak include dengan tiket masuk ke objek-objek wisata di dalamnya, hanya sebatas tiket masuk di portal awalnya saja. Jika includes seluruhnya adalah 150 yuan, termasuk di sana kita bisa menaiki perahu China yang unik berkeliling danau atau melintasi boliqiao. Jika tidak memiliki tiket include semuanya, maka siap-siap saja mengeluarkan biaya tambahan sebesar 30 yuan hanya untuk menaiki boliqiao. Ada juga yang tidak ingin menaiki jembatan ini bisa memilih alternatif jalan pintas yang juga disediakan.

Tak hanya boliqiao, di area ini kita juga disuguhkan panorama alam yang kental dengan wahana permainan yang menantang adrenalin, seperti flying fox, grass skating, slide ladder, spider bridge, dan lainnya dapat kita temukan di sini untuk tertawa lepas. Air terjun yang mengalir jatuh, sungai yang tergenang tenang, gua yang mengendap sejuk, dan pegunungan yang tergelar lawah pun membuat spot ini menjadi ideal dengan varia impresi.

Sejak dibuka secara resmi tanggal 18 Juni lalu, tempat ini kian banyak dikunjungi wisatawan tidak saja masyarakat lokal, bahkan mahasiswa luar negeri yang berkuliah di Kota Wuhan juga tak ketinggalan. Salah satunya rombongan trip yang saya ikuti bersama Culture Exchange Trip (CETrip), jasa perjalanan di Wuhan yang memotori bidang guide.

Berdasarkan lansiran www.hbyoo.com, Huangpi Mulan Tianchi dikatakan sebagai boliqiao pertama di Cina Tengah dengan memiliki panjang keseluruhan 168 meter dan tinggi sekitar 100 meter lebih. Selain Mulan Tianchi, Dabieshan National Geopark di Kota Huanggang, Hubei menghadirkan pula tebing kaca agar orang-orang bisa melihat pemandangan ke bawah dengan spektakuler. Ini dikatakan sebagai tebing kaca ke-4 setelah Tianmenshan, Baishishan, dan Pinggutianyunshan yang telah lebih dulu ada di Cina. Lokasi ini juga terkenal dengan lift kacanya yang paling tinggi se-Provinsi Hubei, mencapai 145 meter dengan 48 lantai bedasarkan liputan news.hbtv.com.cn. Saya juga sudah ke sana membuktikan, benar adanya.

Selanjutnya, masih dalam liputan yang sama dikatakan bahwa Hubei juga memiliki lift kaca lainnya yaitu di Kota Enshi dengan sedikit lebih rendah, 130.1 meter. Dari sini, wisatawan dapat melihat pemandangan di sekitarnya sambil menaiki lift dengan sensasi yang benar-benar beda. Dibandingkan Mulan Tianchi, maka tempat ini lebih jauh. Mulan Tianchi dapat dicapai dalam waktu dua jam-an dari pusat kota Wuhan jika menaiki bus wisata. Sementara Dabieshan National Geopark membutuhkan waktu sekitar lima jaman-an.

Aduhainya, trip ini selain dapat menikmati pemandangan alam yang hijau, tubuh kita juga diajak berolahraga mengeluarkan keringat. Betapa tidak, kita dipaksa mendaki dan menaiki banyak tangga serta mengitari lembah curam dalam suhu yang sangat panas. Hingga, tisu pun menjadi perbekalan yang tak lupa dibawa untuk mengelap setiap keringat yang bercucuran. Kebetulan, Cina masih melalui musim panas yang sewaktu-waktu bisa mencapai 40 derjat celcius.

Bayangkan saja, bahkan ada yang membuat video dagelan memasak telur di area terbuka dengan suhu begitu bisa matang tanpa perlu bantuan kompor. Bagi yang berancana menginap, di sisi kiri pintu masuk Mulan Tianchi tersedia penginapan. Kita juga bisa memesan via online dan melakukan transaksi di sana dengan mudah.

Perjalanan CETrip tak henti di boliqiao, Sabtu lalu mereka juga mengadakan trip lagi dengan mengangkat tema “Rainy Hiking Mo Hill”. Kali ini sedikit berbeda, mereka memfasilitasi penjemputan sekaligus tiket masuk ke spot wisata. Di Wuhan, selain CETrip juga ada Wuhan Time yang juga mengikutsertakan mahasiswa asing dalam trip-nya dengan fasilitas free. Kesempatan ini tentunya tidak dilewatkan begitu saja oleh mahasiswa asing untuk bertaaruf dengan Wuhan derap demi derap.

Analisis saya yang awalnya menduga tepat melakukan trip di musim panas ternyata salah, sungguh panasnya ‘minta ampun’. Suhu yang tidak mendukung mengakibatkan saya terpaksa membatalkan penjelajahan ke beberapa daerah seperti Zhangjiajie, Guilin, Xiamen, Qinghai, dan Xinjiang, sehingga untuk sekadar menyenangkan hati karena belum berwisata ke mana-mana, saya akhirnya mengikuti trip gratis yang diadakan oleh CETrip ini.

Suhu panas di sini sungguh luar biasa, sepanjang jalan rasanya ingin minum air saja karena hawa yang ditimbulkan begitu menyengat. Tidak saja dari matahari, akan tetapi juga luapan panas bumi. Keringat terus bercucuran sepanjang tapak melampaui perjalanan. Jadi, jika di perjalanan menemukan orang dengan kipas di tangan atau baju basah seluruhnya disebabkan keringat sudah menjadi pemandangan lazim. Banyak perlengkapan yang dijual di Cina pun disesuaikan dengan musim, tidak saja dalam hal busana bahkan payung pun ada jenis musim panasnya. Tunggu apa lagi, segera cek celengan Anda!
(uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id