Warga Dua Desa Bentrok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Dua Desa Bentrok

Warga Dua Desa Bentrok
Foto Warga Dua Desa Bentrok

* Enam Orang Luka-luka

* Dipicu Sengketa Sawah

LHOKSUKON – Puluhan warga Desa Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara bentrok dengan puluhan warga Desa Paloh, kecamatan yang sama di areal persawahan yang masih bersengketa, kawasan Dusun Cot Jabet, Desa Paloh Awe, Sabtu (26/8) sekitar pukul 09.10 WIB. Bentrokan warga dua desa tersebut berhasil dilerai polisi setelah melepaskan tembakan ke udara belasan kali.

Akibat kejadian itu, enam orang mengalami luka-luka, sehingga harus mendapat perawatan medis. Petugas di lokasi kejadian, mengamankan enam senjata tajam (sajam), 10 kayu balok, alat semprot 8 unit, dan satu botol air mineral berisi racun pembasmi rumput.

Berdasarkan data yang dihimpun Serambi, warga Desa Paloh Awe yang mengalami luka antara lain, Anwar A Wahab (40), anaknya Faisal Fahmi (19), dan Sudirman. Sedangkan dari Desa Bungkaih yang mengalami luka adalah, Yahya, Rusli Usman, serta Nazar. Lima korban luka-luka, setelah mendapat perawatan intensif di pukesmas, sudah diizinkan pulang. Hanya Sudirman yang masih dirawat di Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara.

Bentrokan tersebut dipicu persoalan sengketa 10 hektare sawah antara kelompok pengugat Asnawi cs dengan tergugat Ridwan cs. Areal sawah tersebut sebenarnya sudah pernah diajukan ke Pengadilan Tinggi sampai kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, MA menolak permohonan gugatan Ridwan cs, namun juga tidak menerima permohonan kasasi Asnawi cs. Selain itu, gara-gara sengketa sawah tersebut, Asnawi cs juga sudah pernah dipolisikan pada tahun 2016 karena tuduhan perusakan.

Informasi yang diperoleh Serambi, kejadian itu saat Anwar bersama anaknya Faisal Fahmi mengaliri air ke sawahnya yang padinya sudah berumur sekitar dua bulan. Tiba-tiba datang puluhan warga dengan menggunakan sepeda motor (sepmor) dan becak, sambil menenteng alat semprot, senjata tajam (sajam), serta kayu balok, menuju ke areal sawah tersebut.

Mereka hendak menyemprot herbisida (racun pembasmi rumput) ke padi Anwar. Namun, Anwar mencegahnya. Saat itulah puluhan warga tersebut langsung mengeroyok Anwar dan Faisal hingga keduanya mengalami luka serius di bagian wajah dan kepalanya. Tak lama kemudian, puluhan warga Paloh Awe yang sedang berkumpul di tempat pesta perkawinan di desa tersebut langsung ke lokasi.

Mereka sebenarnya ingin melerai pengeroyokan tersebut. Tapi, kehadiran warga Paloh Awe justru kembali memantik bentrokan sesama warga di areal sawah tersebut. Saat terjadi perkelahian tersebut, tiba-tiba belasan personel polisi tiba di lokasi kejadian dan langsung melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan aksi bentrok tersebut. Tapi, kedua kubu tersebut tak menggubrisnya.

Sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara hingga belasan kali. Lalu petugas langsung mengamankan sajam dan kayu dari dua kubu itu. Lalu, kemudian masing-masing kubu langsung membawa korban yang luka ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Sementara, petugas memboyong barang bukti yang diamankan ke Mapolres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Muara Batu, Iptu Bukhari kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan petugas setelah mendapat informasi sehari sebelumnya akan ada aksi bentrokan. Karena itu, setelah mendapat informasi tersebut, petugas langsung ke lokasi kejadian. “Kita terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara berulangkali, karena peringatan tembakan pertama tak diindahkan,” katanya.

Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti sajam, kayu, dan ketapel, serta alat semprot, dan racun untuk pembasmi rumput. Usai kejadian tersebut petugas langsung memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

Keuchik Bungkaih, Hasanuddin kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, kasus itu sudah berlangsung lama, dan aparat desa sudah pernah berupaya menyelesaikan kasus itu di tingkat desa, setelah MA menolak gugatan kasus tersebut. Namun, karena tak berhasil diselesaikan sehingga diserahkan ke tingkat kecamatan. “Di tingkat kecamatan juga sedang diupayakan, tapi masih dalam proses. Karena itu, kasus yang terjadi tersebut, kita serahkan sepenuhnya ke polisi,” katanya.

Keuchik Paloh Awe, Saifuddin kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, polisi harus mengusut tuntas kasus tersebut, meski kadang warga dari Paloh Awe sebagai korban belum melaporkan kasus itu. Karena mereka diserang oleh kelompok dari warga Desa Bungkaih. “Selain itu, kita berharap dalam penyelesaikan kasus itu, tidak berpihak,” pinta Keuchik Paloh Awe.(jaf) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id