Terpadunya Moda Transportasi di Wuhan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Terpadunya Moda Transportasi di Wuhan

Terpadunya Moda Transportasi di Wuhan
Foto Terpadunya Moda Transportasi di Wuhan

FAUZAN MUTTAQIN, Mahasiswa Magister Jurusan Transportation Planning and Management, Wuhan University of Technology, melaporkan dari Wuhan, Tiongkok

WUHAN merupakan ibu kota Provinsi Hubei yang menyandang peringkat ke-6 dalam hal penduduk terpadat di Tiongkok. Wuhan memiliki daratan yang luas di tengah peta Tiongkok yang membagi wilayahnya menjadi tiga distrik: Wuchang, Hankou, dan Hanyang.

Wuhan juga dibelah oleh Sungai Yangtze, sungai terpanjang ketiga di dunia yang panjangnya mencapai 6.300 km. Tak heran bila kota yang besar dan luas ini juga menjadi pusat ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan transportasi.

Wuhan memiliki posisi penting dan strategis dalam transportasi dikarenakan ia merupakan titik penghubung transportasi darat, sungai, dan udara antara kota-kota lainnya di Tiongkok. Letaknya di Central China membuat Wuhan menjadi tempat “transit” bagi moda transportasi. Wuhan tak kalah padat dan sesak, akan tetapi di jalanan Kota Wuhan jarang sekali terjadi kemacetan. Jalan-jalan besar dengan pesimpangan yang lega, jalan layang terbentang, dan jalan bawah tanah yang cukup lebar menghiasi Kota Wuhan.

Transportasi di Kota Wuhan tergolong cukup menarik untuk diulas. Saat ini, trasnportasi Wuhan dibekali dengan bus publik, MRT, dan kapal penyeberangan. Banyak bus publik berlalu lalang di jalanan sesuai dengan trayeknya. Semua informasi arah, asal, tujuan, dan nomor bus tertera di setiap haltenya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika hendak bepergian dengan bus. Pada trayek-trayek yang banyak penumpangnya, jumlah busnya juga banyak, sehingga walaupun harus menunggu di halte, sebanyak apa pun orang yang mengantre pasti bisa terangkut ke dalam bus sekalipun pada jam-jam sibuk. Itu karena, setiap lima menit bus akan muncul. Dengan demikian, perjalanan menjadi tepat waktu. Kecepatan bus yang melaju juga tidak kurang dari 40 km/jam.

Letak halte pun terbilang sangat strategis di tempat-tempat yang mudah untuk dilihat dan dihafal. Mengenai fasilitas bus, bus di Wuhan tergolong sangat nyaman dan lega, memiliki bangku yang lebar dan full AC. Semua bus dilengkapi dengan CCTV yang aktif, sehingga perilaku penumpang bisa dikontrol.

Ongkos bus untuk sekali perjalanan, baik dekat maupun jauh, tergolong sangat murah dan terjangkau. Hanya dengan merogoh 2 yuan saja (1 yuan = ± Rp 2.000), lalu dimemasukkan ke kotak di dekat pintu masuk bagian depan. Dengan demikian, kondisi tersebut mangalihkan mereka untuk lebih memilih menggunakan bus publik daripada kendaraan pribadi.

Wuhan dengan slogannya “Wuhan, different everyday”, terus mendongkrak laju pembangunan kotanya yang sangat cepat. Kini, jalur MRT sebagai moda angkutan massal terus dibenahi hingga menjangkau seluruh daerah Wuchang, Hankou, dan Hanyang. Pemerintah terlihat sangat serius dalam menangani proyek ini dengan tujuan menjadikan pergerakan transportasi yang mudah, murah, dan cepat. Letak stasiun yang dibangun juga sangat strategis. Bepergian dengan MRT tergolong murah. Hanya dengan membayar 3-5 yuan saja untuk sekali perjalanan. MRT beroperasi setiap lima menit dan melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Waktu tempuh yang cukup singkat dan terlepas dari lampu lalu lintas dan kemacetan menjadikan moda transportasi ini lebih favorit oleh warga Wuhan dibandingkan bus publik.

Dewasa ini, kapal penyeberangan menjadi moda transportasi sungai yang tak kalah diminati. Tidak semua bus kota memiliki trayek yang memotong Sungai Yangtze. Untuk mempersingkat waktu perjalanan, kapal penyeberanganlah yang dirasa cukup efektif untuk menyeberangi Sungai Yangtze yang lebarnya mencapai ±2 km. Masalah biaya, tentu saja tidak mahal, hanya 3 yuan saja per orang. Bagi yang membawa kendaraan, kondisi ini juga lebih menguntungkan, karena kendaraan mereka dapat dibawa masuk kapal. Kapal melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan beroperasi setiap 20 menit. Menariknya, berlayar dengan kapal ini juga dimanjakan dengan pesona gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dan jembatan yang indah terbentang sepanjang Ssungai Yangtze serta dipenuhi dengan cahaya yang sangat memukau pada malam hari.

Ketiga moda transportasi ini mendukung pembayaran dengan satu kartu yang bersifat “All in one card”. Keterpaduan antara ketiga moda transportasi massal ini turut memberikan kemudahan perjalanan. Langkah cerdas dan jangka panjang yang dilakukan oleh Pemerintah Hubei patut ditiru dan diaplikasikan agar kita di Aceh memiliki layanan transportasi yang cepat, murah, dan nyaman di masa mendatang. Semoga!

(uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id