Jamal Pernah Ditugaskan sebagai Penghubung | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jamal Pernah Ditugaskan sebagai Penghubung

Jamal Pernah Ditugaskan sebagai Penghubung
Foto Jamal Pernah Ditugaskan sebagai Penghubung

KEPALA Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Munawar A Djalil MA yang dimintai tanggapannya soal sosok Jamal atau yang bernama lengkap Jamaluddin Affan mengatakan yang bersangkutan adalah warga Aceh di Mekkah yang pernah ditugaskan sebagai penghubung oleh gubernur Zaini Abdullah pada 2016.

“Dia sebelumnya bekerja mengurusi wakaf Aceh di Saudi, secara resmi tidak pernah dibuat SK, lalu ia minta untuk dibuat SK, agar kerjanya sebagai penghubung di sana jelas. Ia menyampaikan itu, kemudian saya bersama Pak Syahrizal Abbas saat itu menyampaikan kepada Pak Gubernur Zaini Abdullah,” kata Munawar.

Oleh Zaini Abdullah, menyetujui agar Jamaluddin Affan ditunjuk sebagai penghubung, kemudian Zaini Abdullah pada tahun lalu menandatangani Surat Keputusan (SK) untuk Jamaluddin Affan. “Ia ditugaskan sebagai penghubung saat itu, tujuannya untuk mempermudah proses pembayaran dana wakaf baitul asyi. Hanya itu saja, lain tidak ada wewenang apapun,” kata Munawar.

Alasan Jamaluddin Affan dipercayakan sebagai penghubung untuk mengurusi dana wakaf baitul asyi untuk jamaah asal Aceh, karena ia punya hubungan baik dengan nadzir (pengelola wakaf) di Mekkah. “Bahasa Arabnya juga bagus, jadi ia dipercaya untuk mengatur jadwal kloter-kloter untuk mendapatkan dana wakaf tersebut dari nadzir setiap musim haji,” katanya.

Munawar juga menyebutkan, SK yang ditandatangani Zaini Abdullah itu hanya berlaku setahun pada 2016. “Jadi hanya tahun kemarin saja berlakunya, tahun 2017 sudah tidak berlaku lagi. Kemudian wewenang SK itu hanya sebagai penghubung, tidak untuk lain-lain,” tegas Munawar.

Terkait dengan isu pungli sebagaimana diberitakan, Munawar mengaku juga terkejut. Menurutnya, tahun lalu saat ia bersama Prof Syahrizal Abbas MA–kadis syariat Islam saat itu–ditugaskan sebagai petugas baitul asyi dari Aceh, tidak ada pungli seperti berkembang saat ini. “Kalau jamaah bersedekah itu banyak, itu biasa, misalnya menitipkan untuk disumbangkan ke masjid atau ke pulan, itu banyak, tapi kalau pungli itu tidak ada tahun lalu,” pungkas Munawar A jalil.

Asal Peudada
Berdasarkan penelusuran Serambi, Jamaluddin Affan adalah warga Peudada, Kabupaten Bireuen yang telah lama menetap di Mekkah. Sumber-sumber Serambi menyebutkan, Jamal telah tinggal di Mekkah sejak 30 tahun lalu.

“Dulu dia perwakilan salah satu travel kita di sana, udah tinggal 30 tahun di sana. Sekitar tiga tahun lalu sudah pulang ke Aceh, tapi dia masih punya visa. Tiga tahun terkahir hanya bolak balik ke sana untuk bawa jamaah (umrah),” kata sumber tersebut.

Ia juga menyebutkan, ide Jamal mengutip dana wakaf baitul asyi yang diperoleh jamaah asal Aceh itu, sudah mencuat beberapa tahun lalu, namun baru tahun ini ia lakukan kepada jamaah asal Aceh di sana. “Banyak yang tentang dulu, untuk apa dia minta kami juga tidak tahu,” pungkas sumber tersebut.(dan) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id