PLN Bangun Gardu Induk di Bakoi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PLN Bangun Gardu Induk di Bakoi

PLN Bangun Gardu Induk di Bakoi
Foto PLN Bangun Gardu Induk di Bakoi

* Irwandi Minta Kapal Apung 250 MW di Krueng Raya

BANDA ACEH – PT PLN (Persero) mulai melakukan proyek pembangunan Gardu Induk (GI) 275/150 KV di Bakoi, Aceh Besar yang ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi tersebut, Jumat (25/8). Ini bagian dari program tol listrik nasional di Sumatera, khususnya untuk menjamin ketersediaan suplai arus listrik di Aceh.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Aceh, Ir Iskandar MSc menyampaikan hal ini saat acara seremonial peletakan batu pertama proyek ini kemarin. “Dari jaringan tegangan tinggi tol 275 KV itu diturunkan ke jaringan 150 KV untuk kebutuhan listrik rumah tangga,” kata Ir Iskandar.

Menurutnya, sesuai penjelasan GM PT PLN Aceh, Jefri Rosiadi selesai pembangunan GI di Bakoi, PLN akan melanjutkan pembangunan GI di Pidie dan GI di Lhokseumawe untuk penyambungan GI ke Pangkalan Susu, Langkat, Sumut. Nilai investasinya mencapai Rp 176 miliar.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam pidatonya saat acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan proyek GI di Bakoi, meminta pihak PT PLN Unit Pembangkit Tenaga Listrik Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menempatkan satu kapal apung pembangkit listrik berkapasitas 250 MW di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, seperti kapal apung didatangkan dari Turki yang kini ditempatkan di Pelabuhan Belawan, Sumut.

“Kalau menunggu selesainya pembangunan PLTMG di Krueng Raya 50 MW dan PLTMG Arun II sebesar 250 MW di sebelah PLTMG Arun I pada akhir tahun depan, maka terlalu lama. Jika PLN mengabulkannya, saya jamin bakal banyak investor yang masuk ke Aceh karena sudah ada jaminan pasokan listrik,” kata Irwandi.

Selain untuk kebutuhan investor, kata Irwandi, jika kapal apung pembangkit listrik 250 MW ada di Pelabuhan Malahayati, maka hal ini juga sesuai program Presiden Jokowi dalam memenuhi tambahan arus listrik secara nasional 35.000 MW, sehingga listrik di Aceh tak lagi kerap mati bergilir seperti selama ini, termasuk saat Ramadhan.

Irwandi menambahkan kapal apung pembangkikt listrik itu juga bisa ditarik ke daerah lain, jika proyek-proyek pembangkit listrik yang sedang dikerjakan PLN, Pertamina, serta investor lainnya di Aceh sudah berproduksi, termasuk GI di Bakoi yang ditargetkan rampung pembangunan Maret 2018.

Turut hadir saat peletakan batu pertama pembangunan GI di Bakoi kemarin, Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, Sekda Aceh Dermawan, GM PLN Aceh, Jefri Rosiadi, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Asisten II Setda Aceh, Syaiba Ibrahim, Kabinda Aceh, Ruru Setiya Wibawa, dan Deputi Manejer Hukum dan Humas PLN Aceh, T Bahrul Khalid. (her) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id