Kisruh SMK-PPN Kutacane Berakhir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kisruh SMK-PPN Kutacane Berakhir

Kisruh SMK-PPN Kutacane Berakhir
Foto Kisruh SMK-PPN Kutacane Berakhir

* Kadistabun Aceh Siap Beri Sanksi

KUTACANE – Kisruh yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) resmi berakhir. Hal itu seiring kedatangan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Hasanuddin Darjo MM yang langsung mengeluarkan ancaman akan memberi sanksi kepada guru.

Darjo datang untuk menyelesaikan kesalapahaman antara Kepala SMK PPN Kutacane dengan staf dan guru yang berujung terjadinya aksi mogok mengajar dan belajar selama sepekan. “Persoalan Kepsek dengan guru sudah kita selesaikan dan kinerja mereka akan kita benahi,” jelas Hasanuddin Darjo kepada Serambi, Jumat (25/8).

Dia mengakui telah menerima laporan dari guru tentang persoalan SMK PP Kutacane dan sudah diselesaikan agar tidak berlanjut. “Kami akan membina Kepala SMK PPN Kutacane ini, karena tidak mungkin diganti sebagaimana tuntutan dewan guru,” jelasnya.

Disebutkan, jika melalui pembinaan tidak berhasil, maka akan dikeluarkan sanksi atau teguran lainnya kepada Kepala SMK PP itu dan juga para guru. “Alhamdulillah, semuanya telah diselesaikan dengan baik dan proses belajar mengajar kembali berjalan normal,” ujarnya.

Sedangkan kondisi sekolah juga terlihat normal, kemarin, bahkan tidak ada lagi guru yang mogok, tetapi mengajar seperti biasa, termasuk para pelajar. Nasruddin, guru SMK PPN Kutacane menyatakan seluruh proses belajar mengajar sudah normal, karena persoalan antara guru dengan kepsek sudah berakhir.

Dilansir sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM menyambangi Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Peternakan (SMK PP) Negeri Kutacane, Aceh Tenggara, Kamis (24/8). Namun, kisruh sebagian guru dengan kepala sekolah (Kepsek) masih mengambang, kecuali disebut proses belajar mengajar (PBM) harus tetap berjalan dengan baik.

Tetapi, dia mengakui kunjungan ke SMK PP Negeri Kutacane ini setelah adanya laporan bahwa sebagian guru dengan kepala sekolah berseteru. “Saya datang ke SMK ini diawali dari laporan, ah…. guru tidak beres, komite tidak beres, ah… guru tidak beres,” ujarnya.

“Hal ini harus diubah menjadi wah… sekolah dan guru kami luar biasa dan ini tentunya diawali dari watak yang harus diubah, karena kalau ingin mengubah nasib maka ubahlah watak kita,” tambahnya.

Sebelumnya, para guru Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) meminta kepala sekolah mereka, Muhammad AmiKisruh SMK-PPN Kutacane Berakhirah diganti. Mereka menilai kepala sekolah tidak transparan dalam pengelolaan dana, baik operasional maupun bantuan.

Proses belajar mengajar di sekolah yang berada dibawah Dinas Pertanian Provinsi Aceh ini sudah terganggu, seiring sebagian guru mogok, termasuk para pelajar. Kondisi itu sudah terjadi dari Senin (14/8) sampai Sabtu (19/8), kerena permintaan para guru itu, mencopot kepala sekolah yang sudah dilayangkan tiga kali ke Dinas Pertanian Aceh belum direspon,

Sedangkan Kepala SMK-PP Kutacane, M AmiKisruh SMK-PPN Kutacane Berakhirah, Sabtu (19/8) mengakui proses belajar mengajar sudah terganggu selama sepekan. Dia mengatakan sebagian pelajar juga ikut mogok belajar dan dirinya tidak mengetahui penyebab terjadinya mogok mengajar dan belajar.(as)

kisruh sekolah
* Guru dengan kepsek
* Kadistanbun Aceh tinjau
* Tuntutan guru tidak dipenuhi
* Persoalan diakhiri
* Jika tidak, sanksi diberikan
* Untuk kepsek dan juga guru (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id