Gubernur Usul Perubahan Kepemilikan Saham Panas Bumi Seulawah, Bagaimana Komposisinya? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur Usul Perubahan Kepemilikan Saham Panas Bumi Seulawah, Bagaimana Komposisinya?

Gubernur Usul Perubahan Kepemilikan Saham Panas Bumi Seulawah, Bagaimana Komposisinya?
Foto Gubernur Usul Perubahan Kepemilikan Saham Panas Bumi Seulawah, Bagaimana Komposisinya?

URI.co.id, BANDA ACEH – Komposisi kepemilikan saham dalam proyek panas bumi (geothermal) Seulawah Agam di Aceh Besar tampaknya bakal berubah.

Pemerintah Aceh melayangkan surat kepada Direktur PT Pertamina Geothermal Energy selaku pemegang saham PT Geothermal Energi Seulawah (GES).

Pemerintah meminta agar komposisi kepemilikan saham seperti yang terdapat pada Pasal 24 dalam kesepakatan antara PDPA dan PT PGE diubah.

Berdasarkan surat yang diteken gubernur pada 16 Agustus 2017, usulan perubahan komposisi kepemilikan saham pada tahap eksplorasi, untuk PDPA 25 persen dan PT PGE 75 persen. Sedangkan usulan komposisi tahap eksploitasi untuk PDPA 30 persen dan PT PGE 70 persen.

Menurut isi surat tersebut pendanaan pada tahap eksplorasi ditanggung oleh PT PGE dan akan dibayar melalui pembagian hasil produksi.

Sedangkan pendanaan PDPA pada tahap eksploitasi melalui mekanisme loan yang kompetitif.

(Baca: Gunung Berapi Seulawah Normal)

Sebelumnya, pada 10 Mei 2016 para pihak yaitu Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dan PT PGE telah sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan untuk mendapat izin panas bumi (IPB) dan melaksanakan bisnis dalam bentuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah kerja pertambangan Seulawah Agam dengan nama perusahaan patungan PT Geothermal Energi Seulawah (GES).

(Baca: Save Seulawah Gerakkan Aksi Tanam Pohon Sesuai Bilangan Usia)

Proyek panas bumi Seulawah Agam sempat mengambang sejak 2009. Akhirnya proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) Seulawah Agam, Aceh Besar itu sepakat dilanjutkan.

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak perusahaan PT Pertamina akan menggarap proyek yang menghasilkan daya listrik antara 50-100 MW tersebut.

(Baca: Geothermal Harus Rampung 4 Tahun)

Shareholder Agreement (SHA) ditandatangani oleh Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin dan Direktur Utama PDPA Muhsin disaksikan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Gubernur Aceh waktu itu Zaini Abdullah di Pendopo Gubernur di Banda Aceh, Selasa (10/5/2016).

(Baca: 14 Cerita Unik Irwandi Yusuf, Inilah Sisi Lain dari Sosoknya yang Fenomenal)

Pertamina telah menugaskan PGE memenuhi persyaratan lelang dengan mendirikan perusahaan patungan bersama PDPA.

Selanjutnya perusahaan patungan yang diberi nama PT Geothermal Energy Seulawah (GES) akan melakukan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi berdasarkan Izin Panas Bumi (IPB) yang akan diterbitkan Pemerintah Cq Menteri ESDM.

(Baca: AS, Singapura, Malaysia, dan Indonesia Hentikan Pencarian 10 Marinir AS yang Hilang di Selat Malaka)

Tahap awal direncanakan survei dan eksplorasi untuk menyusun pembangunan PLTP unit I berkapasitas sekitar 55 MW dengan komitmen investasi untuk tahap eksplorasi sekitar US$ 40 juta sesuai dengan dokumen penawaran Pertamina dalam lelang WK Seulawah. (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id