Keuchik Kuta Blang Bebas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Keuchik Kuta Blang Bebas

Keuchik Kuta Blang Bebas
Foto Keuchik Kuta Blang Bebas

* Meski Divonis 4 Bulan 21 Hari

* Kasus OTT Saber Pungli

LHOKSEUMAWE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe menvonis bersalah Keuchik Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, M Yulizar yang menjadi terdakwa perkara dugaan pemerasaan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dengan hukuman empat bulan 21 hari dalam persidangan, Kamis (24/8). Uniknya, usai divonis bersalah, majelis hakim juga memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan M Yulizar dari dalam penjara, karena masa tahanannya sudah berakhir.

Pantauan Serambi, usai membacakan vonis di PN Lhokseumawe, majelis hakim juga langsung memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan tervonis dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe, sehubungan masa tahanannya sudah berakhir pada Kamis (24/8) kemarin. Di mana tervonis menjalani masa tahanan di sel Mapolres Lhokseumawe pada Rabu (5/4) lalu, dan tak pernah ditangguhkan. Oleh sebab itu, jika dihitung sejak ditahan hingga sidang pembacaan vonis, Kamis (24/8), Keuchik Kuta Blang itu sudah menghuni jeruji besi selama empat bulan 21 hari, sesuai dengan putusan majelis hakim.

Sidang pamungkas ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Mukhtar SH MH dengan dua anggotanya, Jamaluddin SH dan Arianti SH MH, serta didampingi Panitera Pengganti Kasihan SH. Saat sidang dimulai pada pukul 13.00 WIB, ruang persidangan sudah dipenuhi masyarakat Kuta Blang, baik aparatur gampong, maupun kerabat serta pihak keluarga tervonis.

Begitu sidang dimulai, majelis hakim mulai membacakan amar putusan. Di mana hakim menilai kalau tervonis telah bersalah. Namun ada beberapa hal yang meringankan terdakwa, yakni belum pernah dihukum sebelumnya, tidak mempersulit persidangan, dan pernah berjasa dalam pemerintahan Gampong Kuta Blang.

Didasari dari fakta-fakta yang muncul selama persidangan dan juga hal-hal yang meringankan tersebut, maka hakim pun memutuskan hukuman berupa kurungan penjara selama empat bulan 21 hari. Majelis hakim sekaligus juga memerintahkan jaksa untuk segera mengeluarkan tervonis dari LP karena masa tahanannya sudah berakhir.

Usai membacakan putusan, hakim mempertanyakan sikap dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Agussalim Tampubolon. JPU pun menyatakan pikir-pikir. Sedangkan pada persidangan belumnya, JPU menuntut dengan hukuman satu tahun penjara. Sementara kuasa hukumnya, Yusuf Ismail Pase menerima putusan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Lhokseumawe, Rabu 5 April lalu, melakukan OTT di kantor Keuchik Kuta Blang. Aksi OTT ini dilakukan atas dasar dugaan adanya pungli saat masyarakat melakukan pengurusan berbagai administrasi di kantor keuchik tersebut. Satu hari kemudian, polisi menetapkan keuchik beserta kasi pelayanan desa tersebut sebagai tersangka pemerasan. Untuk kasi pelayanan, sudah divonis pada 13 Juni lalu.

Sementara itu, Kuasa Hukum tervonis, Yusuf Ismail Pase yang dimintai tanggapannya menyebutkan, dasarnya dalam pledoi yang telah dibacakan pada persidangan terdahulu, pihak penasehat hukum meminta kliennya untuk dibebaskan. Pasalnya, selama proses persidangan, saksi pelapor tidak pernah hadir untuk memberikan kesaksiannya.

Namun begitu, dengan vonis empat bulan 21 hari, pihaknya tetap menerima. “Kita minta jaksa untuk segera melaksanakan perintah hakim, yakni mengeluarkan klien kami hari ini juga (kemarin-red) dari LP Lhokseumawe,” pungkas Yusuf Ismail Pase.(bah) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id