Pemko jangan Bereksperimen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemko jangan Bereksperimen

Pemko jangan Bereksperimen
Foto Pemko jangan Bereksperimen

* Soal Direktur RSUD Meuraxa

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh diminta tidak bereksperimen dalam menangani permasalahan pelik yang melilit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh. Penunjukan Bachtiar SSos (Asisten I) sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur RS Meuraxa menggantikan dr Emiralda, dinilai seperti upaya coba-coba yang berisiko.

Hal itu disampaikan Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mukminan SE kepada Serambi, Kamis (24/8). “Dalam kondisi RS yang sedang ‘sekarat’ ini dibutuhkan sosok direktur definitif, yang punya kewenangan luas untuk mengambil keputusan,” ujar Mukminan, dan menyebut sosok tersebut juga harus memahami dunia medis.

Dia mengatakan, protes itu disampaikannya atas nama pribadi saat mengikuti rapat komisi pada 21 Agustus 2017 bersama direksi RS Meuraxa. “RS Meuraxa sedang sakit, harusnya ditangani dokter yang mumpuni, bukan coba-coba,” ujarnya menamsilkan.

Menurut Mukminan, sosok direktur bukan dari fungsional medis pasti butuh adaptasi lingkungan dan kebijakan. Secara internal, belum tentu didengar karena kalangan dalam beranggapan hanya pejabat sementara. Sedangkan secara eksternal, bisa membingungkan berbagai pihak yang ingin kerja sama.

Dia juga menawarkan solusi kepada Wali Kota Banda Aceh menyangkut permasalahan RSUD Meuraxa. “Menurut saya wali kota minta saja BPK melakukan audit kinerja dan audit keuangan RSUD Meuraxa. Nanti akan ketahuan sehat atau sakit. Akan ada rekom opini yaitu wajar, WTP, atau disclaimer,” katanya.

Mukminan menambahkan, RSUD Meuraxa sedang kehilangan ruh sebagai rumah sakit karena tidak ada obat. Bahkan ibu yang hendak bersalin tidak bisa dioperasi sesar karena ketiadaan obat. “Wali Kota sedang berpacu dengan waktu. Jika kalah, maka berisiko terhadap nyawa manusia,” tukasnya.

Wali Kota Banda Aceh, AmiPemko jangan Bereksperimenah Usman, saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh telah membentuk tim penyehatan RS Meuraxa. Tim yang diketuai Sekdako Ir Bahagia Dipl SE itu beranggotakan empat orang, di antaranya Asisten I Bachtiar SSos, Kepala Dinas Kesehatan Kota, dr Warqah, dan dari RSUD Meuraxa.

“Jadi bukan Plt direktur, tapi tim penyehatan rumah sakit yang bertugas dalam kondisi emergency seperti sekarang ini,” ujar AmiPemko jangan Bereksperimenah.

Namun demikian, pihaknya sudah membentuk tim untuk memilih direktur definitif RSUD Meuraxa yang ideal, dimana pemilihannya butuh waktu dan penilaian yang matang.

Dia menambahkan, tim penyehatan tersebut juga bersifat sementara. Ketika nanti sudah terpilih direktur definitif, maka tugas tim juga berakhir. “Tim penyehatan ini ibarat tim penyelamat, kalau sudah selamat, orangnya ya harus dibubarkan,” tegas AmiPemko jangan Bereksperimenah.

Menurut wali kota, permasalahan yang melanda RS milik Pemko itu bukan lah hal baru, tapi akumulasi kesalahan masa lalu. Namun dia tidak ingin saling menyalahkan, karena yang terpenting RS tersebut dapat kembali ‘sehat’. “Sudah ada dana Rp 9,3 miliar untuk membeli obat. Insyaallah Senin (28/8) mendatang obat-obatan akan tiba di RSUD Meuraxa,” pungkas AmiPemko jangan Bereksperimenah.(fit) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id