Selamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencong | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Selamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencong

Selamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencong
Foto Selamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencong

Bonden sepakbola Banda Aceh, Persiraja mempunyai tugas berat untuk mampu mengatasi perlawanan tim bertaburan bintang asal Batam, 757 Kepri Jaya FC pada pertandingan terakhir kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2017 di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (26/8) malam. Persiraja adalah sisa sisa kejayaan sepakbola Aceh dan karenanya harus diberi dukungan moral untuk kesuksesan perjuangan mereka kini dalam posisi “terjepit”.

“Penggila” bola yang juga Wali Kota Banda Aceh, AmiSelamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencongah Usman mengatakan, “Pemain harus tampil dengan fanatisme tinggi seperti yang telah mereka perlihatkan ketika melawan PSBL Langsa, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru. Kalau anak-anak bisa mempertahankan permainan seperti itu, hasil maksimal pasti diraih.”

Contoh paling terlihat dari fanatisme tersebut, kata AmiSelamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencongah, saat tim Lantak Laju tertinggal 0-2 dari PSPS Riau di Lampineung. Kemudian setelah Faumi Syahreza dkk diberikan motivasi, pemain mampu tampil luar biasa. Bukan hanya sukses menyamakan kedudukan 2-2, tapi juga Persiraja berhasil mendominasi pertandingan.

Selain fanatisme pamain, AmiSelamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencongah pun melihat, sikap dan peran suporter dan publik Banda Aceh untuk memberikan dukungan penuh kepada Persiraja juga sangat penting. “Makanya, mari kita sama-sama ke Lampineung seperti ketika melawan PSBL Langsa, PSMS, dan PSPS. Kehadiran kita memberi motivasi bagi pemain Persiraja,” kata AmiSelamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencongah.

Ya, kita maklum, fanatisme yang dimaksud AmiSelamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencongah adalah semangat juang tinggi dan kompak para pemain Persiraja untuk memenangkan pertandingan, membanggakan sepak bola Aceh, sekaligus menjadi tontonan menarik bagi suporternya. Spirit pantang menyerah itulah dituntut dari anak-anak Persiraja di ujung kompetisi yang sedang mereka ikuti.

Fanatisme bukan cuma milik pemain Persiraja, tapi suporter juga memiliki fanatisme. Bahkan “ekspresi” fanatisme suporter terkadang menjadi bumerang bagi timnya sendiri. Sebab, fanatisme suporter kadang sangat kelewatan.

Suporter sering disebut sebagai pemain ke-12 karena dianggap fanatik dan antusias membela klub yang dicintainya. Tak henti-henti mereka menyanyikan lagu dan yel-yel untuk melecut semangat klub mereka yang sedang bertanding. Tak perduli hujan atau panas terik yang dapat membakar kulit, dapat melihat timnya bertanding adalah suatu kepuasan tersendiri bagi para suporter.

Sebaliknya, suporter klub-klub sepakbola di Aceh tak jarang juga menjadi lawan berat bagi timnya. Di Aceh, suporter tak segan-segan mengecam, mencaci maki, bahkan melempari pemain-pemain tim dukungannya bila tampil buruk atau mengecewakan.

Oleh sebab itu, seperti diingatkan AmiSelamatkan Sisa Kejayaan Sepakbola Tanah Rencongah tadi, bahwa anak-anak Persiraja harus tampil dengan fanatisme tinggi melawan tamunya besok malam di Stadion Lampineung, Banda Aceh. Pertama untuk memenangkan pertandingan. Kedua untuk menjayakan kembali sepakbola di Aceh. Dan, ketiga memuaskan suporternya!? (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id