80 Anggota Satpol PP Diputus Kontrak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

80 Anggota Satpol PP Diputus Kontrak

80 Anggota Satpol PP Diputus Kontrak
Foto 80 Anggota Satpol PP Diputus Kontrak

SUKA MAKMUE-Sebanyak 80-an personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) di Kabupaten Nagan Raya yang selama ini berstatus sebagai tenaga kontrak, sejak Juli 2017 lalu resmi ‘dirumahkan’ alias tak lagi dipekerjakan untuk melanjutkan tugas mereka. Laporan yang diterima Serambi dari sejumlah mantan tenaga kontrak, Rabu (23/8) kemarin, nasib mereka saat ini terkatung-katung akibat diputusnya kontrak kerja.

“Kami berharap dapat dilanjutkan kontrak kerja, sehingga bisa mengabdi kembali kepada negara dan masyarakat,” kata seorang tenaga kontrak kepada Serambi seraya meminta tak dipublikasikan namanya.

Dia mengaku sudah mempertanyakan persoalan ini kepada lembaga di tempatnya bekerja, namun tidak mendapatkan jawaban apa pun yang memuaskan. “Tidak ada kabar apa pun kapan bisa bekerja kembali. Juga tidak ada informasi apakah akan diterima semuanya untuk bekerja atau tidak,” kata pria tersebut.

Menurut infomasi yang diperoleh Seerambi, sebanyak 80-an anggota Satpol PP dan WH telah bertugas sebagai petugas di instansi Satpol PP WH Nagan Raya sejak tahun 2006 lalu. Mereka merupakan petugas yang direkrut pertama sekali untuk bekerja sebagai polisi pengawas syariat Islam di kabupaten tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Ardinata Ibrahim yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (23/8) siang, di Suka Makmue membenarkan bahwa puluhan personel Satpol PP dan WH di kabupaten ini tidak lagi bekerja setelah berakhir kontrak tugas sejak Juni 2017 lalu. “Kontrak kerja mereka memang enam bulan saja. Untuk kelanjutannya kita masih menunggu instruksi pimpinan,” kata Ardinata.

Meskipun puluhan tenaga kontrak ini untuk sementara belum bekerja, kata dia, namun tugas Wilayatul Hisbah dan Satpol PP masih bisa dilaksanakan oleh petugas yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya dalam melakukan pengawasan dan penertiban di masyarakat.

Ardinata juga menambahkan, belum diperpanjangnya kontrak bagi petugas WH dan Satpol PP tersebut lantaran pihaknya sedang mengevaluasi secara menyeluruh kinerja mereka. “Selama ini berdasarkan hasil penilaian, kebanyakan malas melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka, “ tuturnya.(edi) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id