Pasokan Semen Masih Kurang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pasokan Semen Masih Kurang

Pasokan Semen Masih Kurang
Foto Pasokan Semen Masih Kurang

* Belum Mampu Imbangi Melambungnya Kebutuhan

BANDA ACEH – Tak seimbangnya pasokan semen dengan melambungnya kebutuhan di Aceh, termasuk di Banda Aceh dalam beberapa minggu terakhir ini masih berlangsung hingga, Rabu (23/8). Pasokan semen dari distributor ke toko bangunan di Banda Aceh masih terbatas atau jauh di bawah permintaan.

Informasi ini dihimpun Serambi dari sejumlah pedagang di toko bangunan di Banda Aceh kemarin, salah satunya disampaikan Sofyan, pedagang di Pasar Peunayong. Menurutnya, suplai semen ke tokonya mulai lancar, terutama Semen Padang, bahkan kemarin diakuinya Semen Padang ada masuk 750 sak dan dijual Rp 55.000/sak (40 kg). Padahal seperti diketahui, saat kondisi normal beberapa waktu lalu, harga Semen Padang di Banda Aceh Rp 48.000-50.000/sak. “Tetapi Semen Andalas sudah tiga hari belum juga masuk,” kata Sofyan.

Menurutnya, permintaan semen dari masyarakat, terutama yang sedang membangun dan rehab rumah pribadi, bangun masjid, meunasah, dan lainnya, masih tetap tinggi. Setiap hari ada yang minta semen totalnya sekitar 500 – 750 sak. “Jadi, kalau semen yang masuk sebanyak 500-750 sak, hanya cukup untuk pemenuhan penjualan satu hari saja, besoknya stok semen kosong kembali di toko maupun di gudang,” ujar Sofyan.

Sedangkan pedagang di Toko Silva Raseki Simpang Surabaya mengungkapkan, suplai semen ke toko bangunan mulai ada, tapi belum sebanyak yang dipesan. “Misalnya order, 1.500 sak, yang dipasok 500-750 sak. Itu pun, datangnya tiga hari satu kali. Ini artinya, stok semen di tingkat pedagang masih belum normal,” katanya.

Hal senada disampaikan Edy, bahan bangunan di jalan T Umar. Menurutnya, pasokan semen juga ada, tapi masih banyak kurang dari jumlah dipesan, misalnya dari 3.000 sak yang dipesan, hanya sekitar 500-750 sak yang dapat dipenuhi. “Itu pun dalam tiga hari, belum tentu satu kali dipasok. Sebagai jalan ke luarnya, kami akan pasok semen dari luar Aceh, salah satunya Semen Crohn dari Kalimantan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Manajer Produksi Semen Andalas, Syaibaini Ramli mengatakan jumlah Semen Andalas dalam bentuk sak atau paking yang dikeluarkan setiap dari pabrik di Lhoknga, Aceh Besar 1.300-1.800 ton atau sekitar 45.000 sak/hari. “Kalau yang dikeluarkan per hari mencapai 1.800 ton, itu merupakan produksi maksimal harian Semen Andalas,” kata Syaibaini.

Karena itu, menurut Syaibaini, pihak toko bangunan bukan belum lancar menerima pasokan, tetapi permintaan sesuai kebutuhan sedang melambung. Hal sama disampaikan Herman, bagian pemasaran Semen Andalas yang dikonfirmasi terpisah.

Sementara itu, Khairil, bagian pemasaran Semen Padang mengatakan jumlah semen yang dikeluarkan per hari dari Silo di Pelabuhan Krueng Raya, Aceh Besar, antara 1.000-1.200 ton atau 30.000 sak/hari. Menurutnya, jumlah itu tergolong banyak dan telah berjalan normal, namun jika pihak toko mengaku masih kurang, berarti permintaan pasar sedang melonjak di atas kebutuhan normal. “Kondisi ini terjadi bisa saja karena aktivitas pekerjaan proyek fisik, pada bulan ini mulai dipacu oleh kontraktornya sampai bulan berikutnya,” kata Khairil. (her) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id