Demokrat Akui tak Lagi dalam KAB | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Demokrat Akui tak Lagi dalam KAB

Demokrat Akui tak Lagi dalam KAB
Foto Demokrat Akui tak Lagi dalam KAB

BANDA ACEH – DPD Partai Demokrat Aceh mengaku memang sudah tidak lagi bergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) yang digagas Partai Aceh (PA) pada 2014 silam. Karena itu, Demokrat Aceh tak mempersoalkan jika tidak diundang dalam rapat koordinasi KAB pada Selasa (22/8) malam di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

Jadi, sebagaimana disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh, Iqbal Farabi SH, tidak diundangnya DPD Partai Demokrat Aceh dalam rapat KAB tersebut bukan karena pernyataan Ketua DPD Demokrat, Nova Iriansyah, beberapa waktu lalu, melainkan karena Demokrat yang tidak lagi sejalan dengan KAB.

Demokrat tidak lagi berada di KAB sejak Pilkada kemarin. Saat itu, Demokrat memutuskan mengusung calon sendiri (Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah), berbeda dengan KAB yang mengusung Mualem-TA Khalid.

“Waktu kita memutuskan dengan Irwandi dan PNA, secara otomatis kita sudah tidak sepakat lagi di situ (KAB). Sudah ada kesepakatan sama-sama soal pengusungan, kita Demokrat sudah berpikir berarti pisah jalan. Jadi perlu ditegaskan, bukan karena insiden kemarin itu,” kata Iqbal Farabi kepada Serambi, Rabu (23/8).

Karena itu, apa yang disampaikan Pemimpin KAB, Muzakir Manaf (Mualem) terkait ketidakhadiran Demokrat, dinilai Iqbal sudah sangat tepat. “Sudah betul itu pernyataan Mualem, memang kita sudah tidak lagi dalam KAB. Pernyataan Mualem itu lebih tepat dari pada pernyataan Koordinator KAB, Wen Rimba Raya,” tukasnya.

Dijelaskan Iqbal, kesepahaman dalam konstelasi politik membuktikan posisi tiap-tiap partai politik. Ketika dalam pilkada sudah tidak sejalan lagi, maka sudah bisa ditebak peta politik yang dimainkan oleh tiap-tiap partai, dan Demokrat siap mengambil konsekwensi tersebut.

“Ketika kita sudah tidak sejalan, berarti kita tahu diri dong, ini konsekuwensi. Makanya kita tidak perintahkan apa-apa ke anggota saat rapat itu kemarin,” ujarnya.

“Kita mengusung calon sendiri saat pilkada, KAB juga mengusung calon sendiri. Ya ini komitmen politik, kita secara politik sudah menganggap tidak lagi dalam satu koalisi,” tambah Iqbal.

Iqbal melanjutkan, keluarnya Demokrat dari KAB itu terjadi secara otomatis, tanpa pengumuman ataupun surat resmi. Pihaknya memang sudah siap jika tak lagi dianggap berada dalam KAB. “Kita siap untuk diangap tidak lagi dalam KAB. Walaupun tidak ada surat, ini soal politik saja,” demikian Iqbal.

Sementara itu, Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada mengatakan, tidak diundangnya Partai Demokrat dalam rapat koordinasi KAB menunjukkan sikap partai-partai yang tergabung dalam KAB terlalu reaksioner. Sikap itu menurutnya terlalu berlebihan.

“Seharusnya wacana demikian tidak perlu disikapi dengan rekasi yang berlebihan. Terlebih ada ungkapan tendenisus, seolah Partai Demokrat mengajak lawan partai lain, sebenarnya tidak perlu begitu,” kata Aryos kepada Serambi kemarin.

Aryos juga menyebutkan, tidak diundangnya Demokrat pada rapat KAB adalah ekses dari pada dukungan Demokrat kepada Irwandi Yusuf pada pilkada lalu. Hal ini ia katakan hanya berlaku untuk Demokrat. Sebab partai-partai lain yang juga mendukung kandidat lain seperti Demokrat, tetapi tetap diundang dalam rapat KAB.

“Jadi sepertinya ada sikap yang belum legowo, ekses pilkada yang belum tuntas hingga kini. Sedangkan pernyataan wagub Nova kemarin itu adalah puncak gunung es dari kekesalan KAB selama ini kepada Demokrat, “ jelas Aryos.

Terakhir, Aryos menyatakan, bahwa koalisi KAB sendiri sebenarnya sangat cair dan cenderung rapuh, terutama untuk momentum Pileg ke depan. Menurutnya, kesolidan KAB akan terus diuji dengan keadaan politik di DPRA dan dari masing-masing partai.

“Wacana untuk membuat satu koalisi baru di parlemen perlu keseriusan elite politik. Tujuan utamanya untuk mengimbangi kekuatan politik di parlemen dalam mendukung pemerintahan yang sedang berjalan,” pungkas Aryos.(dan) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id