Penjualan Hewan Kurban Menurun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penjualan Hewan Kurban Menurun

Penjualan Hewan Kurban Menurun
Foto Penjualan Hewan Kurban Menurun

* Harga Lebih Mahal Dibanding Tahun Lalu

BANDA ACEH – Penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Sibreh, Aceh Besar untuk persiapan Idul Adha 1438 Hijriah yang jatuh pada Jumat (1/9), hingga Rabu (23/8) sore masih menurun dibanding penjualan jelang Idul Adha tahun lalu. Sedangkan harga jual juga lebih mahal dibanding tahun lalu.

Hal ini disampaikan para pedagang hewan di pasar tersebut menjawab Serambi, Rabu (23/8), seperti pengakuan Ibrahim bahwa harga kambing sudah mulai bergerak naik 20-30 persen. Kambing 17-22 Kg dengan tinggi badan antara 60-80 cm yang berusia dua tahun atau sudah layak kurban, kali ini dijual antara Rp 2,3-2,8 juta/ekor atau lebih mahal dibanding jelang Idul Adha tahun lalu yang berkisar Rp 1,8-2,2 juta.

“Kambing ukuran lebih besar lagi dengan berat badan 20-25 Kg dan tinggi badan antara 80 cm – 1 meter lebih, harganya Rp 2,7 juta sampai Rp 3,5 juta per ekor. Dulu 2,5-2,8 juta per ekor,” kata pedagang lainnya, Abdullah.

Masih di pasar yang sama, pedagang sapi dan kerbau, Ridwan dan Hasbuh mengatakan jumlah hewan kurban yang dijual di pasar itu kemarin cukup banyak, namun daya beli masyarakat tergolong rendah dibanding jelang Idul Adha tahun lalu.

Padahal menurut mereka, jika tahun-tahun sebelumnya sekitar seminggu menjelang Idul Adha, sudah banyak masyarakat atau panitia kurban membeli kambing, sapi, atau kerbau di pasar tersebut. Adapun harga yang mereka tawarkan hingga kemarin, sapi seberat kira-kira 100 Kg daging bersih antara Rp 15-17 juta atau lebih mahal dibanding jelang Idul Adha tahun lalu yang dijual Rp 13,5-14,5 juta/ekor.

“Masyarakat dan panitia kurban umumnya memilih ternak sapi yang memiliki daging bersih sekitar 100 Kg dengan harga antara Rp 16-17 juta per ekor. Ini sudah menjadi patokan bagi panitia kurban di gampong-gampong. Sesuai ketentuannya satu sapi, juga bisa untuk tujuh orang berkurban, sehingga setiap orang dikenakan Rp 2,5 juta per orang,” jelas Ridwan.

Terkait menurunnya penjualan hewan kurban hingga kemarin di Pasar Hewan Sibreh, juga diakui petugas penjaga tiket restribusi penjualan ternak di pasar tersebut. Menurutnya, kemarin pukul pukul 09-12.00 WIB, jumlah ritribusi penjualan tiket ternak yang telah diambil pedagang baru sekitar 35 lembar. Artinya baru 35 ekor yang laku, sedangkan hewan kurban yang dijual hingga sore itu mencapai 130 ekor.

Sementara itu, kemarin Wakil Ketua DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi bersama Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Aceh, drh Muslim meninjau hewan kurban di pasar Sibreh. Sulaiman Abda mengimbau semua petugas Dinas Peternakan Hewan kabupaten/kota maupun provinsi perlu mengawasi dan memeriksa kesehatan hewan yang dijual di pasar hewan, terutama yang akan digunakan untuk kurban maupun untuk meugang jelang Idul Adha.

“Tujuannya agar daging-daging itu bebas dari berbagai jenis penyakit menular yang membahayakan manusia,” kata Sulaiman.

Sedangkan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Aceh, drh Muslim mewakili Kadis mengatakan pihaknya sudah menyurati pihak Dinas Kesehatan Hewan Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan setiap ada hari pekan di pasar hewan daerah masing-masing.

“Seperti Pasar Hewan Sibreh ini, kita sudah menurunkan tim pemantau penyakit menular. Alhamdulillah, hasil pemantauan sementara, belum ada ditemukan ternak berpenyakit menular dan membahayakan manusia yang di pasarkan di sini,” kata Muslim. (her) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id