Tujuh Bersaudara Itu Bisa Tidur di Rumah Sendiri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tujuh Bersaudara Itu Bisa Tidur di Rumah Sendiri

Tujuh Bersaudara Itu Bisa Tidur di Rumah Sendiri
Foto Tujuh Bersaudara Itu Bisa Tidur di Rumah Sendiri

TIGA bocah usia sekolah dasar tanpa pakaian berlarian kegirangan saat mengetahui rumahnya yang direhab polisi sudah bisa ditempati, Selasa (22/ 8) sore. Sebagai tanda terima kasih mewakili tujuh saudara kandungnya, bocah itu menyalami Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian, yangdatang menyerahkan rumah tersebut.

Sementara Suparti (40), ibu bocah-bocah itu, tangan kanannya menyeka linangan air mata. Ia sulit berkomunikasi setelah serangan stroke, yang mengakibatkan tanggan kiri sulit digerakkan serta telinga mengalami gangguan pendengaran.

Namun, penduduk Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, tersebut memahami jika sore itu merupakan hari membahagiakan bagi tujuh uah hatinya. Dia bersama anak-anaknya tidak lagi tidur bertumpuk di lantai tanah.“Sudah boleh kami tempati?” tanya Yusuf (20) anak tertua Suparti. “Silakan ditempati, sudah selesai direhab,” jawab AKBP Ian Rizkian yang datang bersama komunitas Share Smile.

Yusuf mengaku bahagia, rumah kayu sempit berukuran 5×6 meter dengan satu kamar, telah direhab atas bantuan dana pribadi Kapolres Aceh Singkil, bersama komunitas Share Smile. Rumahnya menjadi tambah luas dengan tiga kamar serta bagian depan dan lantainya ditembok.

Yusuf bersama adik laki-lakinya memiliki kamar sendiri. Dua kamar lagimilik orang tuanya, satu lagi merupakan kamar adik permpuannya. “Kami punya kamar masing-masing, tidak lagi bertumpuk. Tadinya hanya ada satu kamar,” ujar Yusuf.Keluarga itu memang hidup serba kesulitan.

Yunus sang kepala keluargahanya buruh kasar di perusahan perkebunan. Akibat beban hidup berat, dua anaknya sejak baru lahir diserahkan ke orang lain. Sementara duaanak perempuanya yang masih sekolah SMP harus bekerja menjadi pembantu di rumah tetangga, demi membantu menghidupkan keluarga. Pasangan suami istri Yunus dan Suparti memiliki sebelas anak, dua di antaranya meninggal.

Dari sembilan orang yang ada, dua diserahkan kepada orang lain, sehingga yang tinggal bersamanya sebanyak tujuh orang. Raut kebahagian juga terpancar dari wajah Suratman, penduduk Blok VI Baru, Gunung Meriah. Lantaran sama-sama menerima bantuan rehab rumah atas sumbangan AKBP Ian Rizkianbersama komunitas Share Smile yang didirikan warga Gunung Meriah untuk membantu rehab rumah tak layak huni dengan cara patungan.Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian mengatakan, ada tiga unit bantuan rehab rumah, dan yang sudah tuntas sebanyak dua unit.

“Kegiatan ini merupakan bakti sosial dalam rangkaHUT ke-71 Bhayangkara,” kata polisi yang dikenal memiliki jiwa sosialtinggi tersebut.(dedi rosadi) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id