Kisah Bocah Cacat Kaki dan Tangan Sejak Lahir yang Hanya Diasuh Neneknya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kisah Bocah Cacat Kaki dan Tangan Sejak Lahir yang Hanya Diasuh Neneknya

Kisah Bocah Cacat Kaki dan Tangan Sejak Lahir yang Hanya Diasuh Neneknya
Foto Kisah Bocah Cacat Kaki dan Tangan Sejak Lahir yang Hanya Diasuh Neneknya

URI.co.id,IDI – Sungguh malang nasib Iftitah Hidayatul Ula (2,5 th), setelah terlahir cacat pada kaki dan tangannya bocah ini bukannya malah mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Justru hingga usianya yang kini hampir memasuki 3 tahun, ia hanya diasuh oleh kakek dan neneknya M Sabi (48) dan Zubaidah (48) di Gampong Seunebok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

“Setiap pagi sebelum dek Iftitah bangun tidur saya cepat-cepat selesaikan pekerjaan. Sedangkan, kakeknya sehari-hari hanya bertani,” ungkap Zubaidah, nenek Iftitah yang merupakan petugas kebersihan di Aceh Timur ini.

Baca: Kisah Hikmah, Remaja Lumpuh Layu yang Menerima Rumah Bantuan dari Kodim Aceh Utara

Kepada URI.co.id, Rabu (23/8/2017) Zubaidah mengatakan setelah pulang bekerja ia menghabiskan waktu sepanjang hari untuk mengasuh Iftitah di rumahnya.

“Iftitah tak bisa jalan, makan juga harus disuapin karena tangan dan kakinya kecil sejak lahir,” ungkap Zubaidah.

Iftitah, jelas Zubaidah lahir 28 Januari 2015 melalui operasi caesar di RSUD Dr Zubir Mahmud.

Karena koma, saat itu ia sempat dibawa oleh ayahnya ke RS Zainal Abidin. Setelah 14 hari kemudian Iftitah dibawa pulang ke Aceh Timur, sejak itupula ia diasuh oleh neneknya.

Delapan bulan paska kelahirannya kedua orang tua Iftitahpun resmi bercerai. Karena itu, Iftitah harus rela menerima takdir hidupnya dibesarkan neneknya tanpa kasih sayang orang tuanya.

Zubaidah berharap kelak Iftitah dapat menjadi anak pintar, mandiri, dan sukses dalam karir hidunya.

Baca: Cacat Bawaan Akibat ‘Rubella’

“Saya mohon perhatian pemerintah kepada Iftitah, seperti biaya hidup, dan kebutuhan lainnya. Kelak harapan saya ia bisa sekolah, kalaupun saya meninggal jangan sampai ia jadi peminta sedekah,” harap Zubaidah, yang sangat sayang kepada cucunya ini.

Rahmat Hidayat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Idi Rayeuk, yang mendampingi URI.co.id, menjenguk Iftitah mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu kursi roda untuk Iftitah.

“Kita juga akan upayakan bantuan untuk kebutuhan hidupnya di tahun 2018. Karena ia termasuk anak dengan kecacatan berat,” ungkap Rahmat Hidayat. (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id