Puisi Sembilan Penyair Aceh Dipilih dalam ‘Antologi Puisi Indonesia’ Terbitan Yayasan Lontar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Puisi Sembilan Penyair Aceh Dipilih dalam ‘Antologi Puisi Indonesia’ Terbitan Yayasan Lontar

Puisi Sembilan Penyair Aceh Dipilih dalam ‘Antologi Puisi Indonesia’ Terbitan Yayasan Lontar
Foto Puisi Sembilan Penyair Aceh Dipilih dalam ‘Antologi Puisi Indonesia’ Terbitan Yayasan Lontar

URI.co.id, JAKARTA – Puisi karya sembilan penyair asal Aceh, terhimpun dalam “Antologi Puisi Indonesia” diterbitkan Yayasan Lontar Nusantara, 2017.

Antologi setebal 790 halaman itu, menampilkan 460 puisi karya 240 penyair Indonesia, “Melacak Sejarah Bangsa Abad ke-20 Melalui Puisi.”

Karya-karya penyair Aceh yang masuk dalam antologi tersebut adalah Ali Hasjmy, Talsya, Z.Afif, Zakaria M.Passe, Isma Sawitri, LK. Ara, Maskirbi, D.Keumalawati, dan Fikar W.Eda.

Baca: RANUB BOULEVARD COFFE ACEH Gelar Baca Puisi Penyair Indonesia

“Buku kumpulan puisi ini menyajikan contoh-contoh puisi Indonesia terpilih yang kami seleksi dari karya-karya penyair Indonesia, yang ditulis dalam rentang abad dua puluh,” tulis Ketua Redaksi, John H McGlynn pada pengantar penerbit.

Selain John McGlynn, Dewan Redaksi terdiri dari Dorothea Rosa Herliani, Debra Cole. Redaksi Tamu: Agus R Sardjono, Eka Budianta, Joko Pinurbo, Radhar Panca Dahana.

Puisi karya Ali Hasjmy yang ditampilkan berjudul “Pengemis, dan ” Menyesal.”

Penyair Talsya, puisi yang terpilih berjudul “Sang Merah Putih” dan “70 Milyun Sudah Bersatu..”.

Karya LK Ara berjudul “Si Metunmetun,” dan “Kurlaklak.”

Baca: Musikalisasi Puisi: Antara Festival dan Eksibisi

Isma Sawitri, penyair kelahiran Langsa 1940, dengan karya “Pantai Utara” dan “Hati Bunda.”

Isma Sawitri juga dikenal sebagai jurnalis di Tempo dan sejumlah surat kabar di Jakarta.

Penyair asal Aceh lainnya, Z.Afif, kelahiran Lhok Sukon, 25 April 1936.

Karyanya berjudul “Aceh Kampung Kucinta,” berisi perlawanan terhadap kekerasan aparat bersenjata.

Penyair yang bernama lengkap Zainal Afif ini pernah belajar di UGM Yogya dan menjadi eksil sebelah diundang oleh Himpunan Pengarang Tiongkok untuk menghadiri perayaan nasional RRT, sebagai wakil dari Lekra.

Karya penyair Aceh Zakaria M.Passe yang dipilih adalah “Seorang Suami Rindukan Istrinya.”

Baca: Panglima TNI Baca Puisi Tapi Bukan Kami Punya

Zakaria M.Passe lahir di Langsa, 1942, belajar di Fakultas Sastra USU, pernah menjadi Redaktur Tempo, Pelangi di Jakarta.

Maskirbi, penyair Aceh yang berpulang ke Rahmatullah pada peristiwa smong (tsunami) Aceh 2004, ditampilkan dua judul puisi yakni “Keterbatasan” dan “Katakan Saja Padanya.”

Penyair Aceh lain, D.Keumalawati dengan puisinya berjudul “Kolam Merah di Beutong Ateuh.”

Sementara karya penyair Fikar W.Eda yang terpilih adalah “Rindu Emak di Beranda” puisi yang ditulis pada 1987. (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id