Mereka Sudah Keluar dari Koalisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mereka Sudah Keluar dari Koalisi

Mereka Sudah Keluar dari Koalisi
Foto Mereka Sudah Keluar dari Koalisi

PIMPINAN Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) yang juga Ketua DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menyatakan Partai Demokrat saat ini tidak tergabung lagi dalam koalisi sejak Pilkada lalu. Sehingga, KAB tidak berkewajiban lagi mengajak partai tersebut untuk iku rapat koalisi.

“Demokrat memang tidak masuk dalam koalisi. Hana ditamong kiban diteubiet (tidak masuk bagaimana keluar),” kata Mualem didampingi sejumlah ketua partai koalisi lainnya menjawab Serambi dalam konferensi pers seusai rapat koordinasi anggota KAB di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (22/8) malam.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi, Partai Demokrat keluar dari koalisi sejak Pilkada 2017 atau sejak Nova Iriansyah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Aceh berpasangan dengan Irwandi Yusuf dari Partai Nasional Aceh yang kini berubah jadi Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Sejak itulah, KAB ‘menceraikan’ Partai Demokrat dan tidak lagi diajak dalam rapat koalisi, termasuk rapat semalam. Pascapilkada yang berlangsung Februari lalu, sejumlah partai koalisi juga sudah membentuk koalisi baru tanpa Partai Demokrat meskipun namanya tetap sama yaitu, Koalisi Aceh Bermartabat (KAB).

Adapun para ketua partai koalisi yang hadir dalam rapat, tadi malam adalah Muzakir Manaf (PA), Tgk Faisal M Amin (PPP), Zaini Djalil, (NasDem), Ghufron Zainal Abidin (PKS), Hendri Yono (PKPI), Zulfan (perwakilan PBB), dan Zulfitri (perwakilan PAN).

Mualem menjelaskan, KAB bukan untuk membuat oposisi dengan Pemerintah Aceh. “Kami tidak oposisi dan tidak pula koalisi (dengan pemerintah). Selama Pemerintah Aceh mendukung kepentingan rakyat, kami ada sama mereka,” kata Mualem diamini ketua partai koalisi.

Dukungan itu, lanjutnya, akan terus diberikan sepanjang memperjuangkan kepentingan rakyat. “Sampai kapan-kapan, kami tetap bersinergi atau mendukung kepentingan rakyat Aceh yang lebih baik dan bermartabat,” ujarnya.

Terkait adanya pernyataan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang mengatakan Pemerintah Aceh selalu dihempang oleh DPRA meskipun akhirnya sudah meminta maaf, menurut Mualem itu hanya penilaian pribadinya. “Kami tetap komitmen mendukung pemerintah selama memperjuangkan kepentingan rakyat,” tutup dia.(mas) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id