Putra Jaya, Pusat Pemerintahan Modern | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Putra Jaya, Pusat Pemerintahan Modern

Putra Jaya, Pusat Pemerintahan Modern
Foto Putra Jaya, Pusat Pemerintahan Modern

ASRAF AGUNG DERMAWAN, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (Himatif) Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, melaporkan dari Putra Jaya, Malaysia

BERJARAK sekitar 25 km dari Kuala Lumpur, Putra Jaya bisa dicapai dengan perjalanan darat dari ibu kota Malaysia. Putra Jaya dirancang sebagai pusat pemerintahan Malaysia. Fasilitas pendukung pun dibangun, mulai dari perumahan, tempat ibadah, sarana transportasi hingga destinasi wisata.

Selama dua minggu saya berlibur ke Malaysia, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri yang sudah lewat, saya menyempatkan diri berkunjung ke Putra Jaya. Perkembangan kota yang sangat cepat dan keindahan tata kota membuat saya tertarik dengan kota pemeritahan Malaysia ini, yaitu Putra Jaya.

Siapa sangka dulunya Putra Jaya ini adalah kebun kelapa sawit yang disulap menjadi sebuah kota modern yang artistik di atas lahan seluas 5.000 hektare (ha) dan 650 ha untuk danau buatan. Keberadaan kota Putra Jaya juga sangat strategis untuk Kuala Lumpur yang otomatis mengurangi beban transportasi di Kuala Lumpur dan dapat mengurai kemacetan di kemudian hari seperti yang sekarang dialami oleh Jakarta.

Di sini ada bangunan yang menjadi ikon Kota Putra Jaya, nama gedungnya adalah Perdana Putra, sebuah tempat di mana Perdana Menteri Malaysia sehari-hari berkantor. Arsitektur bangunan ini bercorak Melayu dan Eropa. Meskipun menjadi kota yang modern, arsitektur bangunan di Putra Jaya tetap berciri khas Islam dan Melayu, identitas lokal tetap dipertahankan.

Putra Jaya juga memiliki masjid nan megah, Masjid Putra namanya. Masjid ini menaranya tertinggi di wilayah Putra Jaya dan desainnya dipengaruhi oleh desain Masjid Syekh Umar di Timur Tengah.

Menara Mesjid Putra ini dibuat dari batu granit merah muda. Masjid ini bisa menampung 15.000 jamaah.

Putra Jaya didirikan 19 Oktober 1995. Perdana Menteri Mahathir Muhammad adalah tokoh yang melontarkan gagasan pembangunan Putra Jaya pada tahun 1980-an. Pada tahun 1993 ide tersebut disetujui dan pembangunan pun dimulai sejak tahun 1995 sebagai pusat administrasi Pemerintahan Malaysia. Lalu, semua kementerian dipindah ke Putra Jaya, kecuali Kementerian Perdagangan dan Investasi, karena Kuala Lumpur masih menjadi jantung ekonomi negara Malaysia. Itulah alasan mengapa Kementerian Perdagangan dan Investasi tidak dipindahkan.

Nama kota ini diambil dari nama Perdana Menteri pertama Malaysia, Tuanku Abdul Rahman Putra Al-Haj dan ditambah kata “Jaya”. Maksud kata Jaya adalah kejayaan Malaysia setelah ratusan tahun dijajah negara asing.

Berbicara soal tata kota bukan hanya berbicara soal bagaimana kita menata bangunan, akan tetapi kita juga harus memikirkan cara untuk menata ekologi kota, termasuk adanya danau buatan dan lahan terbuka hijau. Di Putra Jaya ada 40% ruang terbuka hijau (RTH) dari keseluruhan kawasan Putra Jaya.

Meski tergolong kota baru, akan tetapi Putra Jaya memiliki fasilitas umum yang lengkap, seperti masjid, rumah sakit, tempat perbelanjaan (mal) dan stasiun kereta api yang bersambung langsung dengan stasiun bus.

Kota Putra Jaya juga memiliki dua jembatan yang sangat indah desainnya. Jembatan yang menjadi ikon kota Putra Jaya ini adalah Jembatan Putra dan Jembatan Seri Wawasan. Desain jembatan ini terinspirasi dari jembatan (Khaju Bridge) di Isfahan Iran, tetapi dibuat ke dalam ukuran lebih kecil.

Keputusan Pemerintah Malaysia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya menjadi modal yang sukses. Manfaat pemindahan pusat pemerintahan pun kini sangat dirasakan. Kota baru modern ini terus berkembang dan diminati wisatawan dalam dan luar negeri.

Kini, Pemerintah Indonesia juga sedang berencana memindahkan pusat pemerintahan negara dari ibu kota Jakarta. Perlu perencanaan yang sangat matang yang harus dipersiapkan Pemerintah Indonesia untuk menata kota dan ruang hijau terbuka di lahan baru yang hendak dijadikan pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia. Mudah-mudahan ini bukan cuma wacana, akan tetapi bisa direalisasikan untuk perubahan yang besar ke depannya seperti yang dilakukan Malaysia.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id