Hakim Divonis Bebas Nanda Feriana | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hakim Divonis Bebas Nanda Feriana

Hakim Divonis Bebas Nanda Feriana
Foto Hakim Divonis Bebas Nanda Feriana

 * Tak Terbukti Cemari Nama Baik Dosen

LHOKSEUMAWE – Majelis hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe membebaskan Nanda Feriana, alumnus FISIP Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik seorang dosennya di fakultas itu dari segala tuntutan jaksa. Usai mendengar dan menerima putusan itu, Nanda dan sejumlah pengunjung sidang menangis terharu. Sedangkan jaksa menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Amar putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim M Yusuf SH didampingi dua hakim anggota, M Kasem SH dan Mukhtari SH, dalam sidang pamungkas kasus itu di PN setempat, Selasa (22/8) sore. Sidang itu juga dihadiri Jaksa AL Muhajir SH serta satu dari dua pengacara Nanda, yakni Fakhrial Dani MH. Pengacara lainnnya, M Yusuf Ismail Pase MH berhalangan hadir saat vonis itu dibacakan.

Sebagaimana pernah diberitakan, Dwi Fitri, Dosen FISIP Unimal, melaporkan Nanda pada 6 Oktober 2016 ke Polres Lhokseumawe. Saat itu Nanda masih mahasiswi, belum wisuda. Ia dilaporkan Dwi ke polisi atas dugaan pencemaran nama baiknya melalui akun facebook yang di- posting Nanda beberapa hari sebelum kasus ini ditangani polisi.

Di status facebooknya, Nanda “curhat” karena terancam tak diperbolehkan ikut yudisium selaku lulusan Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unimal. Ia tak menyebut secara terang-terangan nama dosen yang bermasalah dengannya saat itu, namun ia samarkan dengan frase “seorang ibu dosen lulusan Jerman”. Dwi Fitri yang memang lulusan Jerman merasa curhat itu tertuju kepadanya dan itu dia anggap mencemarkan nama baiknya melalui facebook.

Setelah berkas kasus itu dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa peneliti berkas, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe akhirnya melimpahkan Nanda ke Kejari Lhokseumawe pada 31 Januari 2017. Nanda menjalani proses sidang dalam perkara ini sejak 23 Februari 2017.

Adapun sidang pamungkas kemarin dimulai sekira pukul 15.30 WIB. Dalam amar putusan yang dibacakan hakim, antara lain, disebutkan keterangan para saksi, keterangan terdakwa, saksi pelapor, juga sejumlah saksi ahli yang dihadirkan. Sidang itu juga dihadiri puluhan pengunjung, di antaranya dosen dan mahasiswa Unimal.

Menurut hakim, terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana yang disampaikan jaksa dalam dakwaan ke-1 Pasal 27 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), juga tidak terbukti dalam dakwaan kedua, Pasal 310 KUHPidana.

Menurut hakim, tulisan terdakwa yang dia posting ke facebook tidak mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik, tapi itu justru merupakan kritikan supaya birokrasi di Unimal lebih baik.

Atas dasar itu hakim memutuskan untuk membebaskan terdakwa dari segalan tuntutan hukum dan mengembalikan nama baik, harkat, dan martabat Nanda kepada keadaan semula.

Barang bukti berupa notebook dikembalikan kepada terdakwa, sedangkan handphone dikembalikan kepada saksi pelapor (Dwi Fitri).

Hakim lalu memberikan kesempatan kepada terdakwa juga kepada jaksa atas putusan tersebut. Nanda melalui pengacaranya, Fakhrial Dani, langsung menyatakan menerima putusan tersebut. Sedangkan jaksa akan mengajukan kasasi ke MA, sehingga putusan tersebut belum dianggap berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Kita sangat menghargai putusan majelis hakim yang sangat menghargai akademisi dan juga mahasiswa. Saat penyampaian pembelaan kita juga menyatakan bahwa tidak ada ahli forensik digital dalam perkara ini yang menjelaskan secara gamblang terjadinya distribusi dan transmisi suatu dokumen yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik,” pungkas Yusuf Ismail Pase mengomentari putusan bebas terhadap kliennya. (jaf) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id