Pembelian Konsumen tak Wajar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembelian Konsumen tak Wajar

Pembelian Konsumen tak Wajar
Foto Pembelian Konsumen tak Wajar

SEMENTARA itu Pengurus Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Aceh menegaskan fenomena antrean masyarakat membeli BBM jenis solar subsidi di Kabupaten Nagan Raya ditenggarai terjadi lantaran tindakan pembelian konsumen yang menyimpang. Sekretaris Hiswanamigas Aceh Mohd Amin Tjut Ali kepada Serambi kemarin menyebutkan ada indikasi terjadi pembelian BBM solar subsidi yang tidak wajar.

Menurutnya selama ini suplai BBM ke SPBU dari Pertamina tetap normal dan jumlah pasokan juga tetap, serta tidak ada pengurangan. “Kendati pasokan normal, namun situasi di lapangan menunjukkan ada kebutuhan solar yang cukup besar, sehingga solar yang ada di SPBU habis lebih cepat,” katanya.

Mohd Amin menyebutkan kondisi tersebut mengindikasikan terjadi penyimpangan dalam penyalurannya. Informasi yang diperoleh menunjukkan banyak modus penyelewengan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Salah satu modus umum yang dilaporkan adanya trik memodifikasi tangki BBM pada mobil truk baik ukuran sedang maupun ukuran besar.

“Tangki akan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki daya tampung jauh melebihi standar,” tambahnya. Menurutnya, truk yang telah dimodifikasi tersebut kemudian mengisi solar di SPBU hingga penuh dan selanjutnya sebagian besar BBM tersebut akan disedot kembali dan dikumpulkan dalam tempat khusus, untuk digunakan bagi peruntukan yang tidak berhak.

Bahkan pihaknya menemukan adanya truk yang wara-wiri di SPBU untuk mengumpulkan BBM solar, ditampung untuk pengerjaan proyek pemilik truk itu sendiri, bahkan untuk dijual di pasar gelap. “Tidak hanya truk, bahkan mobil niaga bak terbuka juga ada yang sudah dimodifikasi tangkinya dan digunakan untuk proses penyelewengan BBM bersubsidi ini,” tegasnya.

Menurut Mohd Amin jika modus-modus seperti ini terus dibiarkan, maka berapa pun solar yang disalurkan ke masyarakat, tidak akan pernah cukup.(edi) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id