Bidan Minim Ikuti Pelatihan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bidan Minim Ikuti Pelatihan

Bidan Minim Ikuti Pelatihan
Foto Bidan Minim Ikuti Pelatihan

* Hanya 100 dari 798 Berlatih APN

REDELONG – Sebagian besar bidan yang bertugas di Kabupaten Bener Meriah dinilai masih minim mengikuti pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan. Hal itu terlihat jelas saat digelarnya pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) yang hanya diikuti 100 dari 798 bidan yang tersebar di seluruh Bener Meriah.

Ketua IBI Cabang Bener Meriah, Risnawati SST menyatakan pelatihan untuk bidan harus ditingkatkan, karena belum banyak yang mengikutinya. “Dari 798 bidan, hanya 100 bidan saja yang pernah mengikuti pelatihan Asuhan Persalinan Normal,” jelasnya saat menyampaikan kata sambutan memperingati HUT ke-66 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Simpang Tiga Redelong, Selasa (22/8).

Dia menegaskan pelatihan APN sangat penting untuk diikuti, karena akan meningkatkan kemampuan dalam pelayanan kebidanan kepada para pasangan muda, ibu hamil dan anak. “Para bidan yang belum berlatih APN, agar dapat mengikuti pada pelatihan berikutnya, sehingga seluruh bidan sudah memiliki standar,” katanya.

Dia menjelaskan dengan meningkatnya kemampuan dalam kebidanan, maka akan berimbas pada pola pelayanan kepada kesehatan ibu dan anak dengan lebih terjamin. “Karena masih terbatasnya bidan terlatih, maka pelatihan harus digencarkan, sehingga akan muncul bidan profesional yang mampu menangani berbagai kendala yang dialami ibu hamil,” harapnya.

“Kami juga berharap, jumlah bidan yang mengikuti APN terus bertambah di masa mendatang,” urainya. Risnawati juga menyinggung tentang sudah berdirinya 13 ranting IBI dengan jumlah anggota 798 orang dari berbagai latar belakang status, seperti PNS, PTT, honorer, pekerja bakti termasuk pensiunan PNS.

Dia mengakui tantangan yang dimiliki oleh seorang bidan, terutama di wilayah pedalaman sangat berat, tetapi harus tetap dijalani. Dia menyatakan kendisi kesehatan seorang ibu dan anak harus mendapat perhatian khusus dari para bidan, sehingga anak akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dia menyatakan pada 2016 terdapat 3.552 ibu hamil dan yang meninggal 6 orang, dimana 4 saat bersalin dan dua lainnya di masa nifas. Ditambahkan yang lahir hidup sebanyak 3.386 bayi, meninggal neonatal (baru lahir) 40 bayi dan 30 bayi meninggal. “Jika dilihat dari data ini, maka sangat perlu seorang bidan mengikuti pelatihan APN,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi pada kesempatan yang sama menyatakan bidan memiliki pekerjaan yang mulia, karena membantu dan menyelamatkan bayi untuk lahir ke dunia. “Pekerjaan bidan merupakan tugas mulia, untuk itu saya berharap kepada ibu-ibu saat menyambut setiap kelahiran bayi dengan bertasbih, agar anak yang ibu bantu hidup dipenuhi berkah,” kata Sarkawi.

Terkait dengan pelatihan APN untuk bidan, Sarkawi, menyampaikan agar tenaga medis dari kebidanan bisa meningkatakan kapasitas dari profesinya, untuk penanganan persalinan agar lebih terus meningkat.(c51)

persoalan bidan
* Masih minim pelatihan
* Kematian ibu dan anak rendah
* 3.552 ibu hamil, 6 meninggal
* 3.386 bayi, 30 meninggal
* 40 Bayi meninggal baru lahir (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id