Tim Labfor Ambil Sejumlah Barang Bukti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tim Labfor Ambil Sejumlah Barang Bukti

Tim Labfor Ambil Sejumlah Barang Bukti
Foto Tim Labfor Ambil Sejumlah Barang Bukti

LHOKSEUMAWE – Tim laboratorium forensik (Labfor) Polri Medan, Sumatera Utara, Selasa (22/8) pagi, kembali turun ke gedung Rektorat Universitas Malikussaleh (Unimal) di kampus Reulet, Aceh Utara, yang diduga dibakar mantan honorer di kampus tersebut, Safwandi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha menyebutkan, pada hari kedua tim Labfor telah melakukan pengamatan di lokasi kejadian secara mendetail. Selain itu, mereka juga mengambil sejumlah barang bukti, seperti bekas tumpahan minyak dan sejumlah barang yang sudah dibakar.

Barang-barang yang diambil di lokasi kejadian tersebut akan diperiksa di laboratorium. Selain itu, mereka juga memeriksa tersangka untuk keterangan tambahan. “Nantinya pihak kami penyidik akan menerima surat dari hasil penyelidikan Tim Labfor yang akan digunakan sebagai keterangan saksi ahli dalam perkara ini,” ujarnya. Ditambahkan, untuk saat ini pihaknya masih terus memeriksa para saksi. Sampai Selasa, sudah ada 11 saksi yang dimintai keterangan, baik dari pihak kampus, saksi mata, dan juga keluarga tersangka.

Mulai normal
Aktivitas sejumlah kegiatan telah normal di kampus tersebut. Salah satunya, Selasa (22/8), dilaksanakan program pengabdian masyarakat dalam rangka dies natalis ke-16 Unimal, di Puskesmas Simpang Keuramat, Aceh Utara. Acara itu berupa sosialisasi vaksinasi dan imunisasi untuk masyarakat di kecamatan pedalaman itu.

Selain itu, pada hari yang sama digelar sosialisasi anti bullying untuk murid SDN 8 Simpang Keuramat, Aceh Utara. Kegiatan pengabdian itu dikoordinir oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unimal, Dr Rajuddin.

Rektor Unimal Prof Apridar menyebutkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tidak melakukan penundaan kegiatan dan layanan kampus itu. Dia menjelaskan, kegiatan akademik, kemahasiswaan, pengabdian dan penelitian harus terus berjalan. Sedangkan proses belajar mengajar akan dimulai awal bulan depan.

“Program pengabdian masyarakat telah dijadwalkan sebelumnya. Jadi, tidak boleh ada penundaan. Kita memang sedang berduka, namun semua kegiatan harus tetap berjalan. Ini komitmen kita pada masyarakat dan terus memberikan pelayanan pada mahasiswa dan stakeholder,” kata Prof Apridar.

Sementara itu, Kepala Humas Unimal, Masriadi Sambo, menyatakan hari ini proses penyusunan barang-barang pada biro akademik dan mahasiswa telah dilakukan di gedung bagian umum kampus induk di Releut, Aceh Utara. “Kemarin sampai hari ini penataan ruang darurat telah selesai dilakukan. Hari ini sudah full bisa dilayani. Tentu, dengan fasilitas seadanya, staf harus berdesakan di ruang yang sempit itu,” terang Masriadi Sambo.

Jangankan staf, kepala biro, pembantu rektor, dan rektor sendiri tak memiliki ruangan untuk sementara waktu. “Semua berlaku sama dalam kondisi darurat ini. Pimpinan Unimal juga tak ada ruangan. Jadi, kita konsentrasikan ruangan buat staf pelayanan saja. Pimpinan Unimal juga duduk pada ruangan yang sama dengan staf, masih darurat,” terangnya. Meski dengan kondisi terbatas, sambung Masriadi, proses pembelajaran dimulai awal September 2017.(bah/jaf) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id