Cagub jangan Asal Kumpul KTP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cagub jangan Asal Kumpul KTP

Foto Cagub jangan Asal Kumpul KTP

BANDA ACEH – Jelang Pilkada 2017, sejumlah calon yang akan maju melalui jalur independen sudah mulai mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat untuk bisa mendaftar sebagai kepala daerah. Di sisi lain, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh belum mengeluarkan format formulir dukungan untuk digunakan calon perseorangan saat mengumpulkan fotokopi KTP.

“Sebenarnya dalam ketentuan disebutkan calon gubernur dan wakil gubernur, tapi maraknya sekarang yang kita lihat, semua calon gubernur belum ada wakilnya tapi mereka sudah melakukan pengumpulan fotokopi KTP dan hanya menyatakan dukungan terhadap calon gubernur saja,” kata Wakil Ketua KIP Aceh, Basri M Sabi kepada Serambi, Selasa (22/3) di ruang kerjanya.

Meski tidak ada larangan secara langsung, namun aksi pengumpulan fotokopi KTP tersebut bisa saja tidak sah pada saat dilakukan verifikasi faktual. Saat ini, dari beberapa bakal calon gubernur yang maju melalui jalur independen, baru Zakaria Saman yang mulai serius mencari dukungan dengan mengumpulkan fotokopi KTP sebanyak 3 persen dari jumlah penduduk.

“Yang jelas dari semua proses itu, penyelenggara akan melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan tersebut. Di sana akan ditanyakan langsung apakah saudara mendukung calon A dan wakilnya dan pernah memberikan dukungan berupa memberikan fotokopi KTP dan tandatangan,” jelasnya.

Apabila dalam verifikasi faktual tersebut pemilik KTP mendukung pasangan tersebut, maka dukungan KTP itu sah. Tapi apabila pemilik KTP menyatakan hanya mendukung calon gubernur saja sementara calon wakil gubernur tidak didukung, maka dukungan tersebut tidak berlaku bagi pasangan calon tersebut.

Dia menjelaskan, hingga saat ini KIP Aceh belum mengeluarkan format formulir dukungan yang akan digunakan oleh kandidat perseorangan. Menurutnya, dalam pengumpulan fotokopi KTP ada ketentuan khusus yang harus dilakukan oleh kandidat, seperti pemilik KTP harus menandatangani lembaran fotokopi dan menyertakan materai.

Basri menjelaskan, KIP belum mengeluarkan format formulir resmi karena masih fokus mempersiapkan produk hukum yang bersifat teknis. Hal ini dilakukan karena tahapan pilkada akan dimulai pada Mei mendatang. “Pada bulan April kita baru mempersiapkan petunjuk teknis termasuk format formulir dukungan KTP yang akan kita bagikan kepada kandidat dari independen,” ujarnya.

Wakil Ketua KIP Aceh menambahkan, pihaknya sengaja tidak mengambil format formulir dukungan pilkada lalu karena khawatir akan ada perubahan dari KPU Pusat. Menurutnya, KPU Pusat akan menyeragamkan semua tahapan bagi semua daerah yang melaksanakan pilkada serentak.

“Yang penting sekali dalam mengumpulkan KTP harus adanya tandatangan pendukung. Sebab ketika diverifikasi faktual dan ditanyakan kepada pemilik KTP pernah tidak memberikan dukungan kepada kandidat tertentu, jika dijawab tidak pernah menandatangani ini bisa dibawa ke ranah hukum karena melakukan pemalsuan tandatangan,” katanya.

Begitupun, Basri mengaku khawatir dengan aksi pengumpulan fotokopi KTP yang dilakukan selama ini. Dia takut dukungan KTP tersebut tidak diterima oleh KIP Aceh pada saat dilakukan verifikasi faktual. “Masak seseorang datang menyodorkan KTP 200 lembar. Fotokopi KTP siapa dan ada tidak tandatangan, kan tidak jelas. Sebenarnya kita khawatirkan keabsahannya,” ujar dia.

Selain itu, Wakil Ketua KIP Aceh, Basri M Sabi juga menjelaskan bahwa calon kandidat yang maju melalui jalur independen wajib mengundurkan diri dari pengurus partai politik jika selama ini terlibat dalam struktural partai. Pengunduran itu harus dilakukan paling telat tiga bulan sebelum pendaftaran sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota di Aceh.

“Yang ada kaitan dengan partai politik harus mundur. Apakah itu Tuha Peuet atau apapun jabatannya yang masuk dalam fungsionaris partai, dia harus mundur. Karena kita lihat banyak fenomena orang parpol yang tidak mendapat tempat di partai kemudian maju melalui jalur independen,” pungkas Dasri.(mas) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id