BPJS Warning RS PMI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BPJS Warning RS PMI

BPJS Warning RS PMI
Foto BPJS Warning RS PMI

*Jika tak Lengkapi Fasilitas, Kontrak Diputuskan

LHOKSEUMAWE – BPJS Cabang Lhokseumawe memberi warning (peringatan) kepada Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Aceh Utara di Lhokseumawe agar dalam tiga bulan ini (Agustus-Oktober 2017) bisa melengkapi berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sesuai yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Bila tidak terpenuhi, maka kontrak kerja sama akan diputuskan.

Kepala BPJS Cabang Lhokseumawe Sri Yulizar Pohan kepada Serambi, Selasa (22/8), menjelaskan, pihaknya membuat kontrak kerja sama dengan rumah sakit per 12 bulan. Untuk periode 2016-2017, kontrak berakhir Juli 2017. Sehingga di akhir kontrak, pihaknya mengevaluasi fasilitas pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit.

Sementara di RS PMI Aceh Utara ditemukan 12 item yang harus dipenuhi dalam waktu tiga bulan ini, seperti kamar operasi yang harus berstandar, ranjang pasien yang harus memiliki safety, dan beberapa hal lainnya. “Bila dalam tiga bulan ini tidak mampu dipenuhi, maka kita akan putuskan kontrak kerja sama. Hal ini dilakukan dalam upaya mengawasi mutu pelayanan di setiap rumah sakit,” ujarnya.

Dikatakan, BPJS Cabang Lhokseumawe memiliki wilayah kerja di lima kabupaten/kota, yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah . Per Juli 2017, peserta BPJS di lima wilayah tersebut mencapai 1.510.823 orang. Sedangkan yang belum menjadi peserta 87.592 jiwa. “Penyebab 80-an ribu orang tersebut belum terdaftar seperti kurang peduli dan baru melakukan pengurusan saat sakit nantinya, ketidaktahuan dan sejumlah faktor lainnya,” jelasnya.

Sedangkan cara mendaftar menjadi peserta BPJS, dengan cara mendatangi kantor cabang, bank mitra, care center ke 1500400, serta bisa juga melalui aplikasi mobile JKN.

Sementara itu, Direktur RS PMI Aceh Utara dr Ivo Febriani mengakui adanya peringatan dari BPJS. Namun dipastikan dalam tiga bulan ini semuanya akan bisa dipenuhi. Dikatakan Ivo Febriani, terkait kamar operasi memang sedang direnovasi, untuk ranjang sedang dalam proses pengadaan, sementara apoteker juga sudah tersedia. “Berbagai hal lainnya akan siap kita sediakan semuanya dalam tiga bulan ini. Jadi, tidak akan terjadi pemutusan hubungan kerja antara rumah sakit kami dengan BPJS,” demikian Ivo Febriani.(bah) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id