Jaksa Usut Kasus Potong Gaji Guru | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jaksa Usut Kasus Potong Gaji Guru

Jaksa Usut Kasus Potong Gaji Guru
Foto Jaksa Usut Kasus Potong Gaji Guru

LHOKSUKON – Penyidik Kejari Aceh Utara dalam sepekan terakhir sedang menelusuri dugaan pemotongan gaji ke-13 guru yang diduga dilakukan oleh pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembinaan Kependidikan (UPTD-PK) masing-masing di Aceh Utara. Untuk memastikannya, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi.

Untuk diketahui, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Utara pada 3-4 Agustus 2017, sudah mencairkan dana Rp 41 miliar lebih untuk pembayaran gaji ke-13 bagi 10.300 PNS di jajaran Pemkab Aceh Utara. Namun, tiga hari setelah menerima gaji tersebut, banyak guru yang komplain ke UPTD, karena jumlah gaji 13 yang diterima tak sesuai dengan gaji pokok.

“Benar dalam sepekan terakhir kita sedang menelusuri adanya dugaan pemotongan gaji 13 terhadap guru. Informasi yang kita terima, terjadi pemotongan itu di Kecamatan Matangkuli, Nisam Antara, dan kecamatan lainnya,” ujar Kajari Aceh Utara Edi Winarto MH melalui Kasi Pidana Khusus Muhammad Rizza menjawab Serambi, Selasa (22/8) kemarin.

Disebutkan, penyidik sudah memanggil Kepala UPTD Matangkuli bersama bendahara, kemudian Kepala SMP Negeri 1 Matangkuli untuk diperiksa terkait dugaan pemotongan tersebut. “Mereka kita periksa untuk proses menelusuri keberadaan kasus tersebut. Jadi, untuk materinya belum bisa disampaikan karena masih dalam proses penelusuran,” katanya.

Selain itu, pihaknya sudah menjadwalkan untuk memanggil Kepala UPTD Nisam Antara bersama bendahara dan juga Kepala SD 10 Negeri Nisam Antara bersama bendahara untuk dimintai keterangan dalam kaitan dengan pemotongan tersebut. “Mereka akan dimintai keterangan dalam pekan ini, karena itu diharapkan supaya mereka tetap kooperatif,” ujar Muhammad Rizza.

Dia juga mengimbau kepada seluruh PNS dan guru di Aceh Utara untuk melaporkan jika memang jatah gaji ke-13 untuk mereka tersebut diterima tidak sesuai dengan jumlah yang semestinya. “Kita akan tetap merahasikan siapa pun pelapornya, sehingga semakin mempermudah dan mempercerpat proses penelusuran dalam persoalan ini,” katanya.

Puluhan PNS Mengadu
Koordinator Masyarakatan Transparansi Aceh (MaTA) Alfian kepada Serambi kemarin menyebutkan, tiga hari setelah pencairan gaji ke-13, ada puluhan guru dari Aceh Utara yang melaporkan dugaan pemotongan gajinya mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 800.000. Bahkan setelah mereka komplain, ada UPTD yang ketakutan dan berusaha mengembalikan sebagiannya.

“Guru yang melaporkan dugaan pemotongan itu ada yang berasal dari wilayah timur, tengah, danbarat Aceh Utara. Jadi, hampir semua UPTD. Karena itu kita berharap proses penelusuran kasus tersebut harus tuntas. Jika tidak, perbuatan serupa kemungkinan besar akan dilakukan lagi ke depan,” kata Alfian.(jaf) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id