Pembakar Gedung Unimal Sulut Api dari Empat Titik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembakar Gedung Unimal Sulut Api dari Empat Titik

Pembakar Gedung Unimal Sulut Api dari Empat Titik
Foto Pembakar Gedung Unimal Sulut Api dari Empat Titik

LHOKSEUMAWE – Safwandi (34), tersangka pembakar gedung Biro Rektorat Universitas Malikussaleh (Unimal) di Reuleut, Aceh Utara, menyulut api di empat titik terpisah. Hal ini terungkap saat proses prarekonstruksi yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Senin (21/8) sore.

Pengamatan Serambi, prarekonstruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha tersebut dimulai datangnya tersangka ke lokasi kejadian mengendarai sepmor jenis Supra X 125. Sepmor diparkir di bagian kanan depan gedung rektorat. Dia pun membawa ransel yang berisikan tiga botol bahan bakar jenis pertalite. Lalu dia menuju pintu samping kanan gedung dan naik tangga.

Tersangka masuk ke ruang rapat senat. Di ruang rapat tersebut dia menyiram pertalite satu botol ke meja dan kursi. Setelah membakar, dia pun keluar dan menuju pintu kaca yang tembus ke ruang rektor. Di situ, dengan menggunakan palu dia memecahkan kaca pintu.

Selanjutnya masuk menuju ruang sekretaris rektor. Setengah botol pertalite disiram ke meja di ruang tersebut serta menyulutkan api. Dengan gerakan cepat, dia kembali masuk ke ruang rektor dan melakukan hal yang sama.

Kemudian tersangka turun dari tangga yang sama menuju tempat sepmor terparkir. Menggunakan sepmor dia pun menuju samping kanan gedung dengan tujuan ingin membakar ruang server. Di dekat ruang server dia pun parkirkan sepmor. Tersangka awalnya sempat memecahkan kaca jendela ruang Kepala UPT Pusat Komputer karena dikiranya ruang server. Karena dugaannya salah, maka dia pun kembali memecahkan jendala di ruang sebelahnya yang memang ruang server. Lalu menyiram pertalite ke dalamnya dan menyulut api. Selanjutnya pelaku pun pergi.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha menyebutkan, prarekonstruksi ini dilakukan dalam upaya mensinkronkan keterangan tersangka. “Ada beberapa hal baru yang terungkap dalam prarekonstruksi ini, seperti tersangka sempat memecahkan kaca ruang Kepala UPT Pusat Komputer karena dikiranya ruang server,” ujarnya.

Di samping itu, sampai saat ini pihaknya telah memintai keterangan 10 tersangka, baik dari Unimal, keluarga tersangka, penjual pertalite, termasuk seorang cleaning service yang sempat melihat tersangka. “Pastinya kasus ini masih terus kita dalami,” pungkasnya.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Medan, Sumatera Utara, tiba di Lhokseumawe untuk memeriksa lokasi kebakaran. Mereka baru akan melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kebakaran, hari ini, Selasa (22/8) pagi, meskipun tim Labfor juga sempat ikut saat dilakukan prarekonstruksi.

Ketua Tim Labfor Polri Medan, Kompol Roy Siburuan, menyebutkan, untuk saat ini pihaknya hanya melakukan pengamatan umum saja. Namun dari hasil prarekonstruksi, bisa disimpulkan memang ada upaya kampus tersebut dibakar, karena ada dua lokasi munculnya api, yakni di lantai dua dan lantai bawah, tepatnya di ruang server. “Kita akan memeriksa secara detail besok pagi,” demikian Kompol Roy.

Sementara itu Kepala Humas Unimal, Masriadi Sambo kepada Serambi kemarin menyebutkan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) mulai dibuka dari 21 hingga 31 Agustus mendatang secara manual. Artinya mahasiswa harus datang ke fakultas masing-masing untuk mengambil KRS tersebut setelah menujukkan slip pembayaran Sumbangan Penyelenggaran Pendidikan (SPP) di bank yang sudah ditentukan.

“Awalnya direncanakan pengisian KRS secara online 17 Agustus sampai 24 Agustus. Tapi karena server sudah rusak setelah kejadian pembakaran, sehingga waktu pengisian diperpanjang lagi, karena itu kita berharap kepada seluruh mahasiswa di luar Aceh untuk segera mengisi KRS sesuai dengan waktu yang ditentukan,” ujar Masriadi Sambo.

Menurutnya, jika tidak mengisi KRS dalam waktu yang sudah ditentukan, termasuk mahasiswa baru, tidak bisa mengikuti proses perkualiahan pada semester ganjil ke depannya. Kendala lainya akibat server rusak adalah pada tagihan pembayaran di keuangan. (bah/jaf) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id