Pernyataan Wagub tak Ada yang Salah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pernyataan Wagub tak Ada yang Salah

Pernyataan Wagub tak Ada yang Salah
Foto Pernyataan Wagub tak Ada yang Salah

JAKARTA – Senator Aceh Ghazali Abbas Adan berpendapat bahwa tidak ada yang salah dari pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) Nova Iriansyah pada pembukaan Rakerda PDI Perjuangan. Ghazali justru melihat bahwa pesan Wagub sangat positif dalam menjaga “chek and balance” untuk menjalankan roda pemerintahan di Aceh.

“Saya menangkap kesan bahwa pernyataan itu lalu dipolitisir sedemikian rupa, sehingga ketika Wagub Nova pun sudah menyatakan maaf, juga masih diserang. Ini saya kira, kita belum dewasa,” sebut Ghazali Abbas Adan di Jakarta, Senin (21/8) siang.

Senator Aceh yang lama bermukim di Jakarta dan pernah berkiprah di lembaga DPR RI itu mengatakan, pemimpin Aceh yang baru, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah adalah pasangan cerdas dan buah dari perpaduan antara wilayah pesisir dan pegunungan.

“Sepanjang sejarah pemerintahan Aceh, baru pasangan ini yang sangat ideal dari segi komposisi kewilayahaan. Perpaduan yang sangat serasi di mata rakyat,” lanjut Ghazali.

Pada bagian lain pernyataannya, Ghazali Abbas kembali mengingatkan soal masih terlambatnya pengesahan RAPBA setiap tahun.

“Pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah ingin mengingatkan hal itu, agar RAPBA tidak telat terus. Program-program pro-rakyat harus mendapat dukungan. Tidak seperti selama ini, sudah menjadi rahasia umum, pembahasannya beraroma transaksional,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada semua pihak di Aceh agar tidak terlalu mudah mempolitisir sebuah pernyataan atau peristiwa, terlebih pemerintahan Irwandi-Nova baru berjalan beberapa bulan.

“Tidak adil jika kita kemudian menempatkan mereka dengan tudingan macam-macam, sementara aktivitas pemerintahan masih sangat baru,” sebut Ghazali Abbas Adan.

Sedangkan Kepala Divisi Advokasi Korupsi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung berharap masalah tersebut tidak dibesar-besarkan. Masih banyak persoalan lain yang harus diselesaikan oleh eksekutif maupun legislatif. “Kalau beliau sudah meminta maaf, mohon dimaafkan. Masih banyak hal besar lainnya yang harus diselesaikan. Rakyat Aceh saat ini membutuhkan pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif, yang mampu mencari solusi berbagai persoalan yang menimpa mereka, seperti memberantas kemiskinan, “ tandas Hayatuddin kepada Serambi. Dia juga berharap pejabat di Aceh lebih berhati-hati dalam bertindak dan bertutur, sehingga tidak merugikan rakyat banyak.

Wakil Ketua DPRA Drs Sulaiman Abda mengatakan, saat ini hubungan antara Pemerintah Aceh dengan DPRA sangat baik dan tidak ada masalah apa pun. Hubungan antara eksekutif dan legislatif dinilainya sangat harmonis selama ini. Hal itu dikatakan Sulaiman Abda menyusul penyataan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang menyatakan Pemerintah Aceh selalu dihempang oleh DPRA. “Antara DPRA dengan kepala daerah saat ini, baik gubernur dan wakil gubernur, sangat mesra. Eksekutif dan legislatif sangat harmonis, tidak ada masalah apa-apa,” kata Sulaiman Abda usai melakukan pertemuan dengan 10 bupati di Aceh di DPRA.

Oleh karena itu, politisi Partai Golkar ini mengajak semua elemen di Aceh untuk terus bersama-sama membangun Aceh yang lebih baik lagi ke depan. Menurutnya, adanya sedikit komentar-komentar seperti dua hari lalu itu, merupakan hal yang sangat lumrah dalam dunia politik di Aceh.

Sulaiman justru mengajak semua elemen untuk tidak larut dengan hal-hal yang tidak perlu. Dia meminta di sisa dana otsus yang masih diperoleh Aceh hingga beberapa tahun ke depan, Aceh harus mampu berbenah dan memanfaatkan dana otsus tersebut untuk kepentingan pembangunan dan menyejahterakan masyarakat.

“Dana otsus kita tinggal dua persen lagi, ini harus bisa kita manfaatkan untuk membangun Aceh. Bayangkan kalau nanti ke depan sudah tinggal satu persen lagi, makanya dari sekarang kita semua harus harmonis hubungannya,” sebut Sulaiman Abda didampingi Dalimi SE, yang juga unsur pimpinan DPRA.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dalimi SE, ia menyebutkan bahwa selama ini Nova terbilang cukup aktif datang ke DPRA dalam setiap kesempatan. Nova kerap hadir dalam semua agenda DPRA yang berkaitan dengan Pemerintah Aceh. “Pak Nova selalu hadir, jadi menurut amatan kami tidak ada persoalan apa-apa, masalah pernyataan itu saya rasa itu biasa karena ini bagian dari politik. Kita juga harus sadar, bahwa Pak Wagub satu sisi memang wagub, tapi satu sisi lagi beliau adalah ketua partai,” pungkas Dalimi. (dan/sak) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id