Peringati 72 Tahun Kemerdekaan, 367 Kuda Berlaga di Aceh Tengah, Ini Hadiah yang Diperebutkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Peringati 72 Tahun Kemerdekaan, 367 Kuda Berlaga di Aceh Tengah, Ini Hadiah yang Diperebutkan

Peringati 72 Tahun Kemerdekaan, 367 Kuda Berlaga di Aceh Tengah, Ini Hadiah yang Diperebutkan
Foto Peringati 72 Tahun Kemerdekaan, 367 Kuda Berlaga di Aceh Tengah, Ini Hadiah yang Diperebutkan

URI.co.id, TAKENGON – 367 kuda berlaga di arena HM Hasan Gayo Blang Bebangka, Kabupaten Aceh Tengah dalam memeriahkan HUT ke 72 Kemerdekaan RI.

Pacuan kuda tradisional Gayo ini dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara yang berlangsung 21 hingga 27 Agustus.

Acara tersebut diikuti oleh penggemar olahraga berkuda dari tiga kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Baca: 21 Agustus Pacuan Kuda Tradisional Digelar di Takengon

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah, Abadi menyebutkan dari total 367 kuda tersebut, 68 ekor berasal dari Gayo Lues, 100 ekor dari Bener Meriah dan 199 ekor kuda dari Aceh Tengah.

“Kuda-kuda yang dipertandingkan dibagi dalam enam kelas dengan ukuran usia Tua dan Muda, ” ungkap Abadi.

Lebih lanjut, Abadi menyebutkan event ini berhadiah total Rp 309 juta yang bersumber dari APBK Aceh Tengah dan APBA melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Sementara Khairul Asmara menekankan penyelenggaraan pacuan kuda setiap tahun harus lebih baik dari sebelumnya.

Baca: Wah! Serunya Pacuan Kuda di Pantai Lampuuk

Terutama menyangkut sarana dan prasarana arena pacuan kuda hingga kualitas kuda yang dipertandingkan.

“Panitia harus menjamin ketersediaan air yang cukup, toilet yang memadai dan bersih serta tempat ibadah sementara bagi para pengunjung,” kata Khairul.

Selain itu, Khairul menegaskan agar jika bertepatan dengan waktu shalat segala aktifitas dihentikan.

Begitu juga berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan syari’at Islam agar menjadi perhatian serius untuk diantisipasi dan ditangani oleh Panitia.

Baca: Akses ke Aceh Tengah Lancar, Final Pacuan Kuda Tradisional Semakin Dipadati Penonton

“Pacuan kuda ini adalah budaya yang harus seiring dengan pelaksanaan Syariat Islam, ” tegasnya.

Pelaksanaan Pacuan Kuda di Kabupaten Aceh Tengah berlangsung dua kali dalam setahun.

Untuk memperingati hari Kemerdekaan pada bulan Agustus dan hari jadi Kota Takengon pada bulan Februari setiap tahunnya. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id