Syiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangong | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Syiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangong

Syiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangong
Foto Syiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangong

BANDA ACEH – Kecamatan Syiah Kuala keluar sebagai juara pertama ‘Festival Kuah Beulangong’ antarkecamatan se-Kota Banda Aceh yang dipusatkan di Gampong Pande, Kutaraja, Senin (21/8/). Syiah Kuala sukses menjadi ‘Raja’ kuah beulangong, setelah menumbangkan delapan kecamatan lainnya.

Dewan juri menasbihkan kuah beulangong hasil racikan peserta dari Syiah Kuala memiliki cita rasa, tekstur, dan aroma yang paling menggugah selera dibandingkan masakan peserta lainnya. Komposisinya juga pas, baik dagingnya, nangka, maupun bahan dan bumbu lainnya. Meskipun begitu, nilai antarpara peserta tidak berbeda jauh.

Pemenang kedua dan ketiga ditempati Kecamatan Kutaraja dan Ulee Kareng. Kepada para juara selain memperoleh tropi, mereka juga menerima uang pembinaan Rp 3 juta untuk juara pertama, Rp 2 juta untuk pemenang kedua, serta Rp 1 juta untuk juara ketiga. Meski belum berhasil menjadi pemenang, enam kecamatan peserta lainnya mendapatkan uang pembinaaan.

Festival kuah beulangong itu digelar masyarakat Gampong Pande dalam rangka memperingati Haul Tgk Di Kandang. “Kuah beulangong merupakan masakan paling digemari rakyat aceh. Orang luar belum sah ke Banda Aceh jika belum menyantap kuah beulangong. Ini harus kita pertahankan agar menjadi penunjang sektor wisata,” papar Wali Kota Banda Aceh, H AmiSyiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangongah Usman SEAk MM.

Dalam sambutannya, AmiSyiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangongah mengharapkan agar tradisi memasak kuah beulangong ini dapat digelar setiap tahunnya dengan skala yang lebih besar lagi. Ia berharap tahun depan bukan hanya perwakilan dari sembilan kecamatan saja yang ikut serta, tapi 90 gampong se-Banda Aceh. Sehingga acaranya lebih bergaung dan menarik minat wisatawan.

“Mudah-mudahan tradisi indatu yang kita galakkan kembali ini akan dapat memajukan sektor pariwisata di Banda Aceh. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, tentu bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan PAD kita juga akan semakin bertambah. Tujuan akhirnya adalah meningkatnya kesejahteraan masyrakat,” katanya lagi.

Turut hadir pada kesempatan itu Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi, Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, para Kepala SKPK dan Camat se-Banda Aceh. Hadir pula Ketua PKK dan Dekranasda Banda Aceh, Nurmiaty AmiSyiah Kuala ‘Raja’ Kuah Beulangongah Usman dan wakilnya Fauziah Zainal Arifin, serta Ketua DWP Banda Aceh, Buraida Bahagia.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi peusijuk wali kota beserta istri oleh tokoh agama dan masyarakat setempat itu diakhiri dengan makan kenduri bersama dengan menu utamanya kuah beulangong. Dilanjutkan dengan zikir bersama malam harinya di Kompleks Makam Tgk Di Kandang.

Camatn Kutaraja, Wahyudi, menjelaskan acara seperti itu sebenarnya rutin mereka lakukan setiap tahun. Namun kali ini pihaknya bersepakat untuk menggelar lebih besar, yaitu antarkecamatan. Kegiatan itu bertepatan pula dengan peringatan Haul ketiga Tgk Di Kandang yang makamnya terletak di Gampong Pande.(rul) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id